Kesembuhan

Mencermati Hubungan Unik dengan Matahari dan Bulan

Ditulis oleh Gede Prama

Tidak banyak orang yang mengerti hubungan unik antara dirinya dengan putaran matahari dan bulan. Padahal, hubungan unik ini berkaitan dengan banyak hal penting di dalam. Dari mood, stres, kesembuhan, kebahagiaan sampai kedamaian. Cermati jiwa-jiwa suci yang pernah turun di bumi. Hubungannya dengan siklus bulan khususnya, lain-lain.

Ada yang dekat dengan malam tanpa bulan, ada yang berkawan dengan bulan sabit, ada yang tergetar di malam setengah bulan, ada yang Gurunya lahir, mengalami pencerahan dan wafat di bulan purnama. Tentu saja bukan karena yang satu lebih begini begitu dibandingkan yang lain. Sekali lagi bukan. Tapi karena hubungan seseorang dengan putaran alam unik-unik.

Ajakannya kemudian, sempatkan waktu untuk melihat hubungan antara putaran bulan (matahari) di luar dengan siklus perasaan (pikiran) di dalam. Butuh waktu lama tentu saja. Tidak perlu buru-buru tentu saja. Yang terpenting adalah peka dalam rasa. Sebagai seseorang yang menghabiskan waktu lama di alam terbuka, terlihat jelas ada hubungan antara pergeseran alam di luar dengan alam di dalam.

Manfaat langsungnya, jauh sebelum perasaan (pikiran) kurang bersahabat datang berkunjung, seseorang bisa mengantisipasinya. Misalnya, di putaran waktu ketika bad mood sering berkunjung, hindari menerima tamu yang aneh-aneh. Ia mirip daun kering di dalam jangan dipertemukan dengan api membakar yang datang dari luar.

Jika mau melakukan hal-hal super penting – dalam cerita Guruji adalah mengajar secara live – pilih putaran waktu di mana perasaan (pikiran) tenang dan seimbang. Tidak saja resikonya lebih kecil, tapi juga Cahaya yang bisa dibagikan ke dunia di luar jauh lebih besar. Pekerjaan rumahnya kemudian, sempatkan waktu untuk melihat hubungan antara gerakan alam di luar dengan alam di dalam.

Meditasi akan sangat membantu. Melihat gerakan perasaan (pikiran) setiap hari juga membantu. Mencatat waktu-waktu ketika emosi negatif seperti marah, serta emosi positif seperti senang muncul, ia juga membantu. Mencermati kapan pikiran tenang seimbang, kapan pikiran sering kacau, ini juga membantu. Bentangkan data ini dalam waktu panjang.

Lihat hubungannya dengan putaran bulan (matahari) di luar, jika diberkahi Anda akan menemukan hubungan unik Anda dengan putaran Cahaya di luar. Sekadar sebagai contoh, dulu ketika Guruji pernah bekerja di perusahaan Jepang, di sana terlihat muka orang Jepang dengan muka orang Indonesia berbeda di sore hari. Orang Jepang jauh lebih cerah di sore hari.

Ia tidak saja berkaitan dengan Jepang sebagai negeri matahari terbit (baca: sore adalah tanda bahwa jiwa akan menyongosng datangnya matahari terbit esok pagi), tapi juga karena orang Jepang menghabiskan banyak waktu di tempat hiburan ketika malam tiba. Ritme ini ternyata dipertahankan oleh orang Jepang ketika itu. Makanya produktivitas kerja mereka lebih baik.

Pelajarannya untuk para sahabat dekat, cepat temukan hubungan unik Anda dengan putaran Cahaya di luar. Tidak mengerti hubungan unik jenis ini, kemudian sering melanggar, itu awal banyak sekali kehidupan berbahaya. Dari penyakit sampai bunuh diri. Mengerti hubungan unik jenis ini, kemudian belajar tumbuh selaras, itu awal dari kehidupan yang bercahaya.

Pusat layanan gratis (tanpa bayar) keluarga spiritual Compassion:
P3A (Pusat Pelayanan Perawatan Anak berkebutuhan khusus)
P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri)
P3C (Pusat Pelayanan Pencegahan Perceraian)
082335555644 (Telkomsel)
081999162555 (XL)
085857536536 (Indosat)

Photo by KARTIK GADA on unsplash

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.