Kesembuhan

Ini Yang Sebaiknya Dilakukan Jika Mendengar Bisikan Bunuh Diri

Ditulis oleh Gede Prama

Sejumlah sahabat, khususnya di Bali, melaporkan tidak sedikit keluarga dekat maupun jauh yang mulai bercerita di medsos tentang kemungkinan bunuh diri. Pusat layanan P3B (pusat pelayanan dan pencegahan bunuh diri) keluarga spiritual Compassion juga didatangi lebih banyak penelpun yang berkaitan dengan bisikan bunuh diri.

Untuk membantu para sahabat agar sehat selamat, berikut sejumlah bahan renungan sekaligus langkah-langkah indah yang sebaiknya dilakukan, khususnya agar para sahabat sehat selamat. Mengacu pada buku suci tua yang pernah turun di atap Bumi Tibet, manusia yang bunuh diri tanpa melalui proses yang panjang langsung terlahir di alam preta (setan kelaparan).

Ciri mahluk preta, perutnya besar sekali tapi mulutnya hanya sebesar lubang jarum. Sehingga tiap hari menangis kelaparan. Sebagai seseorang yang tidak lagi muda mau bercerita, pesan buku suci tua ini benar. Karena makanan kesukaan mahluk preta adalah kotoran jiwa-jiwa suci, kadang di Ashram juga didatangi mahluk preta. Dan selalu tidak jauh dari tangki tempat pembuangan kotoran manusia.

Dengan kata lain, melakukan bunuh diri mirip lari dari mulut kucing, kemudian masuk mulut harimau. Kesulitan menjadi manusia mau ditinggalkan, tapi tidak banyak yang menyadari, jika bunuh diri seseorang akan lahir di alam preta dengan kesulitan yang jauh lebih besar. Sebabnya, tubuh manusia adalah tubuh yang sangat mulya. Membunuh tubuh ini adalah kesalahan sangat berbahaya.

Untuk direnungkan para sahabat, alam ini namanya alam samsara. Alam yang berisi banyak penderitaan. Yang layak direnungkan, rasa sakit dan penderitaan lainnya ada di sini tidak sebagai tangan setan, melainkan menjadi salah satu tangan Tuhan yang sangat mendewasakan. Untuk diendapkan bersama, bahkan jiwa-jiwa suci pun didewasakan melalui rasa sakit yang panjang dan hebat.

Di zaman kita, Nelson Mandela dipenjara selama 27 tahun, Mahatma Gandhi wafat ditembak, YMM Dalai Lama kehilangan negerinya di umur 15 tahun. Dengan kata lain, lakukan pergeseran cara pandang di dalam: “Anda tidak sedang dihukum melalui kesulitan. Anda sedang didewasakan oleh kesulitan”, Di salah satu buku suci tua Tantra dibagikan, kesulitan adalah salah satu wajah Guru simbolik.

Belajar melihat kesulitan sebagai Guru suci yang memurnikan. Kurangi selalu lari dari kesulitan. Merunduk hormatlah di depan Guru suci bernama rasa sakit. Izinkan setiap kesulitan dan rasa sakit memurnikan jiwa di dalam. Keikhlasan adalah sahabat terbaik di dalam. Berikut simbol-simbol di alam sekitar yang sebaiknya digunakan sebagai kekuatan pembimbing.

  1. Merunduklah di dalam hati pada bunga yang sedang mekar indah. Kesulitan mirip cahaya matahari panas, keikhlasan membuat bunga jiwa di dalam akan mekar sangat indah
  2. Megnhormatlah pada layang-layang yang terbang. Sambil ingat, tanpa angin menerjang (baca: kesulitan dan rasa sakit) layang-layang jiwa tidak akan terbang
  3. Jika mendengar suara seruling, ingatkan diri di dalam, sebelum menjadi seruling (baca: jiwa yang indah), seruling adalah bambu yang dilukai oleh pisau tajam
  4. Bila melihat tukang sedang mengamplas kayu, renungkan di dalam, kesulitan mirip amplas, jiwa serupa kayu. Nanti jiwa akan semakin halus setelah melewati rasa sakit
  5. Manakala melihat gelombang, ingatkan diri lagi dan lagi, tanpa gelombang (baca: kesulitan dan rasa saki) maka tarian peselancar jiwa tidak akan indah
  6. Saat melihat puncak pohon, sadari sedalam-dalamnya, semakin tinggi puncak pohon, semakin panas cahaya matahari. Artinya, hawa panas adalah tanda bahwa jiwa semakin dekat dengan Cahaya
  7. Kapan saja melihat kupu-kupu, atau lumba-lumba, segarkan ingatan di dalam. Kupu-kupu memperindah taman dengan menjadi kupu-kupu. Lumba-lumba sedang memperindah lautan dengan menjadi lumba-lumba. Dan Anda sedang memperindah kehidupan dengan menjadi diri Anda apa adanya. Sekali lagi, apa adanya. Manusia seperti Anda hanya ada 1 di muka bumi. Jangan pernah lupa jiwa-jiwa yang indah, diantara 7 milyard manusia di bumi, hanya ada 1 yang bisa menyelamatkan diri Anda secara penuh dan utuh. Dan orang itu adalah diri Anda sendiri.

Semoga semua sahabat sehat, selamat dan tambah kuat. Titip untuk menyebarkan pesan ini seluas-luasnya.

Pusat layanan gratis (tanpa bayar) keluarga spiritual Compassion:
P3A (Pusat Pelayanan Perawatan Anak berkebutuhan khusus)
P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri)
P3C (Pusat Pelayanan Pencegahan Perceraian)
082335555644 (Telkomsel)
081999162555 (XL)
085857536536 (Indosat)

Keterangan foto: Beberapa bunga lotus yang mekar pagi ini di Ashram. Ia dibagikan agar vibrasi sejuk dan indah Ashram menular ke banyak sahabat. Terutama pada ia yang sering mendengar bisikan bunuh diri

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.