Kesembuhan

Seni Tidur Yang Indah

Ditulis oleh Gede Prama

Di putaran waktu ini, tidur adalah persyaratan penting untuk membuka pintu kesembuhan, kebahagiaan dan kedamaian. Sulit membayangkan ada kesembuhan, kebahagiaan dan kedamaian jika manusia tidurnya sangat sedikit serta sangat tidak berkualitas. Kesimpulan seperti ini tidak saja muncul di dunia keseharian banyak manusia, tapi juga muncul di banyak jurnal kesehatan tingkat dunia seperti jurnal Harvard Medical School, menjadi topik pembicaraan yang diperbincangkan luas di youtube, serta didiskusikan di banyak komunitas spiritual di dunia. Buku indah yang ditulis Matthew Walker Ph.D seorang Guru besar psikologi dan neuro-science dari UC Berkeley, yang berjudul “Why we sleep” adalah salah satu karya indah di bidang ini. Sehingga sangat layak jika bulan ini keluarga Compassion berbagi cerita tentang seni tidur yang indah. Ada 3 wajah tidur yang mau dibagikan kali ini, sisi biologi, psikologi dan sisi spiritual. Sehingga para sahabat mendapat gambaran yang relatif utuh tentang tidur. Sudah menjadi ciri Guruji sejak dulu, sebelum membagikan obat ke orang lain, obatnya diminum dulu sendiri, kemudian dilihat dampaknya pada body, mind and spirit. Sebulan terakhir, Guruji memang bereksperimen tentang tidur di Ashram seorang diri. Sehingga cerita yang dibagikan menjadi cerita yang hidup (live).

Sisi biologi dari tidur

Sebagaimana disimpulkan oleh banyak pakar tidur tingkat dunia, keadaan kurang kuantitas dan kualitas tidur bisa berdampak ke mana-mana. Tidak saja memberi pengaruh buruk pada kesehatan tubuh, tapi juga memberi dampak buruk pada kesehatan mental dan spiritual. Secara lebih khusus jika seseorang jarang bisa memasuki wilayah tidur yang dalam (deep sleep, delta sleep). Tidak saja otak bisa mengalami kerusakan jika manusia kekurangan tidur selama bertahun-tahun, tapi juga sistim kekebalan tubuh dan sistim lain di dalam tubuh. Sulit membayangkan ada pikiran yang bersih-jernih, perasaan yang sering bahagia dan damai jika seseorang kekurangan tidur selama bertahun-tahun. Apa lagi jika berbicara spiritualitas mendalam. Tidak mungkin alam rahasia terbuka melalui dream yoga (yoga mimpi), jika kualitas tidur seseorang buruk sekali. Agar pemahaman tentang tidur relatif lebih dalam, ada baiknya menyepakati bahasa para ilmuwan tentang tidur. Tidur dalam hal ini dibagi ke dalam REM (rapi eyes movements) alias tidur dengan mata yang bergerak, tidur yang ringan (light sleep), serta tidur yang dalam (deep sleep, delta sleep). Mathew Walker menyederhanakannya ke dalam REM dan non-Rem (NREM). Ketiga jenis tidur ini dibutuhkan. Tapi yang paling dibutuhkan adalah tidur yang dalam. Dalam kaitannya dengan kesehatan otak, ketiga jenis tidur ini menyembuhkan bagian-bagian otak yang berbeda.

Dalam bahsa neuro-science (otak manusia), saat terjaga gelombang otak manusia berada di tingkat beta dan alfa. Begitu memasuki alam setengah tidur (setengah terjaga, setengah tidur), seseorang memasuki gelombang teta. Tidur yang dalam terjadi ketika seseorang memasuki gelombang delta. Ada yang sampai di tingkat gelombang gamma. Tapi jarang sekali. Penekun dream yoga (yoga mimpi) yang akan diceritakan di bawah memasuki gelombang gamma ketika memasuki lucid dreaming (mimpi yang terang benderang). Peneliti-peneliti tidur seperti Matthew Walker memantau 3 hal ketika mendalami tidur yakni gerakan gelombang otak, gerakan mata, serta gerakan otot. Jam tangan kesehatan yang telah dijual luas di mana-mana (Guruji juga menggunakannya), serta mengukur kuantitas dan kualitas tidur, rupanya juga memonitor 3 gerakan terakhir. Sehingga bisa memberi masukan tentang kuantitas dan kualitas tidur setiap hari. Untuk kepentingan praktis sehari-hari bagi publik pemula, cermati kesegaran tubuh ketika bangun pagi. Jika tidurnya cukup, tubuh terbangun di pagi hari dengan kualitas yang segar bugar. Di jam 10 dan 11 pagi (AM), tubuh tidak memberi tanda-tanda mengantuk. Sampai jam makan siang (12:30 siang), seseorang bisa beraktivitas tanpa tergantung pada cafein sama sekali. Itu masukan jujur tentang tidur yang cukup. Jika mengenakan jam tangan kesehatan sebagaimana Guruji kenakan, datanya bisa lebih akurat. Baru bangun diberitahu berapa jam tidur dengan REM, berapa jam tidur yang ringan, berapa jam tidur yang dalam. Data serta grafiknya dari hari ke hari, minggu ke minggu disimpan bisa di PC bisa juga di HP.

Yang jelas, kesimpulan Matther Walker di halaman 4 perlu diendapkan dalam-dalam: “The shorter your sleep, the shorter your life span”. Jika seseorang tidurnya terlalu pendek selama bertahun-tahun, ada kemungkinan umurnya juga pendek. Yang layak direnungkan lebih dalam, temuan Walker di negara-negara kaya (Amerika Serikat, Inggris, Eropa Barat, Jepang dan Korea Selatan), di sana kuantitas dan kualitas tidur manusia menurun secara sangat dramatis. Sekali lagi secara sangat dramatis. Ditambahkan oleh Walker, di sana juga manusia yang sakit secara fisik maupun mental meningkat secara dramatis. Terutama akibat kekurangan tidur. Makanya ilmuwan seperti Walker merayu banyak dokter untuk “meresepkan” pentingnya tidur yang berkualitas. Dalam bahasa medis, penting sekali memahami “the significant sleep placebo effect of melatonin”. Tidur memberi dampak placebo yang signifikan terhadap kuantitas dan kualitas melatonin yang dihasilkan oleh tubuh. Temuan ini sekaligus memberi masukan yang jujur dan jernih, hati-hati dengan kekayaan material yang berlebihan. Dampak langsungnya pada kuantitas dan kualitas tidur buruk sekali. Sebagai seseorang yang pernah duduk di kursi puncak dunia korporasi di usia 38 tahun, memimpin ribuan orang, harus dibagikan di sini, kekayaan dan kekuasaan di atas memang memberi dampak yang sangat mengacaukan tidak saja pada kesehatan, tapi juga pada kualitas kedamaian.

Karena tidur memberikan dampak yang demikian signifikan pada kesehatan tubuh, layak direnungkan untuk mengendapkan beberapa tips praktis berikut ini:

  1. Hati-hati dengan cafein dan nikotin. Cafein ada di teh, kopi, dark chocolate sampai minuman penambah energi. Nikotin ada di rokok. Walker sangat eksplisit dalam hal ini (halaman 26), cafein bukan makanan tambahan (food suplement), tapi stimulan psychoactive. Ia obyek perdagangan kedua terbesar setelah minyak.
  2. Alkohol adalah kekuatan yang sangat mengganggu tidur. Lebih awal ia dihindari lebih baik
  3. Kendati tidur sangat penting, menggunakan pil tidur sangat tidak disarankan. Sangat tidak disarankan. Terutama karena bisa memberi dampak buruk ke mana-mana
  4. Olahraga sangat dianjurkan. Usahakan olahraga setidaknya 3 jam sebelum waktu tidur
  5. Tidur siang sebentar (nap) sangat membantu. Di wilayah biru dunia di mana banyak manusia sehat dan berumur panjang seperti Ikaria di Yunani dan Okinawa Jepang, orang-orang menikmati tidur siang yang sehat. Catatannya, hindari tidur siang setelah jam 3 sore karena bisa memberi dampak pada kualitas tidur di malam hari
  6. Tetua Bali mengenal istilah tidur seperti bayi, sebelum jam 3 sore khususnya, kapan saja dan di mana saja terasa mengantuk, cepat tidur asal tidak melanggar norma dan etika. Di perusahaan-perusahaan besar dunia bahkan sudah mulai disarankan agar pekerja boleh tidur ketika jam kerja.
  7. Hindari makan besar setidaknya 4 jam sebelum tidur. Ia membuat sistim pencernaan bekerja berat saat tidur, sehingga kualitas tidur bisa terganggu. Meminum hal-hal cair sebelum tidur juga bisa membuat seseorang terlalu banyak bangun di malam hari karena diganggu kencing.
  8. Penting mengenali seni minum air sebagaimana Guruji lakukan selama bertahun-tahun. Tujuannya agar warna kencing senantiasa bersih dan bening, sehingga di satu sisi tidak menahan kencing terlalu banyak saat tidur, ia tidak saja mengganggu kualitas tidur tapi juga bisa menimbulkan prostat. Di lain sisi tidak menimbulkan kekurangan air yang bisa berakibat ginjal. Seni minum airnya sederhana, sebelum jam makan siang (jam 13 siang), minumlah menggunakan gelas yang lebih besar. Setelah jam 13, minum menggunakan cangkir. Bahkan setelah jam 20-an, minum hanya setengah cangkir saja. Sedikit-sedikit saja beberapa kali.
  9. Rileksasi sebelum tidur sangat dianjurkan. Dari meditasi sampai dengan mendengarkan musik. Mencatat sisa tugas dan pekerjaan dalam sebuah catatan juga termasuk dalam kelompok rileksasi.
  10. Bagi tubuh yang cenderung dingin, mandi air hangat beberapa jam sebelum tidur akan sangat membantu. Bagi tubuh yang cenderung panas, mandi air biasa juga sangat membantu. Ia membantu tubuh untuk mendekati titik keseimbangan. Di titik keseimbangan, tubuh mudah sehat, sekaligus lebih mudah tidur.
  11. Berkaitan dengan keseimbangan, jika tidurnya sedikit beraktivitaslah lebih sedikit. Jika tidurnya lebih dari cukup, boleh beraktivitas lebih banyak. Sekali lagi, keseimbangan adalah rumah aman dan nyamannya tidak saja tubuh, tapi juga pertumbuhan jiwa. Keluarga spiritual Compassion telah dibimbing persiapan tidur seperti ini. Beberapa detik sebelum tutup mata, ingat hal-hal yang layak disyukuri. Kemudian bisikkan mantra indah ini ke dalam diri: “Saya adalah rasa syukur yang sangat dalam”. Ingat merasakan jeda diantara dua nafas. Ia kekuatan yang sangat membantu. Karena menjelang tidur (serta baru bangun), otak memasuki gelombang teta di mana pintu alam bawah sadar terbuka, ingatkan diri lagi dan lagi untuk membimbing diri di alam tidur dengan rasa syukur yang sangat dalam.

Sisi psikologi dari tidur

Jurnal Harvard Medical School berkali-kali menulis, bagaimana kualitas dan kuantitas tidur bisa memberi pengaruh pada kesehatan fisik maupun mental seseorang di dalam. Jurnal berpengaruh Psychology Today berkali-kali menerbitkan tulisan tentang hubungan kualitas tidur dengan kesehatan mental. Logikanya mudah dicerna, kuantitas dan kualitas tidur yang kurang lebih-lebih dalam jangka waktu panjang mudah membuat seseorang mudah stres dan bahkan mudah depresi. Tidak sedikit tanda-tanda sakit mental yang berbahaya – dari bipolar, schizoprenia sampai bisikan bunuh diri – berawal dari keadaan sulit tidur yang menahun. Bisa dimaklumi kemudian jika Noam Shpancer Ph.D memberi judul tulisannya di jurnal Psychology Today seperti ini: “Wake Up To The Benefits of Sleep”. Di bagian awal tulisan ini, Shpancer bahkan sangat merekomendasikan pentingnya tidur untuk kesehatan mental. Di bagian akhir tulisannya insight therapist ini bahkan menyarankan pentingnya sleep education (pendidikan terhadap masyarakat tentang pentingnya tidur), serta sleep hygene training (latihan tentang kebiasaan yang mendukung tidur, lingkungan yang mendukung tidur, sampai ritual menjelang tidur).

Hanya karena ingin memberi cerita live (hidup) pada para sahabat, di suatu malam sengaja tidur Guruji diperpendek hanya 3 jam saja. Begadang menonton youtube kesukaan. Seperti TED, mendengar mantra-mantra dan musik kesukaan. Benar saja, di hari berikutnya tidak saja tubuh lemas, konsentrasi menurun drastis, mencari ide untuk ditulis sulit sekali, tapi juga dikunjungi banyak memori buruk, bad mood, sulit bahagia, bahkan cenderung mudah marah (kendati hanya di dalam diri) karena hal-hal kecil dan sepele. Kehidupan spiritual seperti mempraktikkan kesadaran penuh (mindfulness) juga terganggu. Sering lupa, jalan mudah keseleo, mengambil gelas, cangkir, piring yang biasanya tidak bunyi jadi berbunyi kelentang kelenting. Sebaliknya, di malam ketika dapat tidur yang sangat berkualitas (7 jam lebih, plus tidur dalam alias deep sleep-nya lebih lama dari biasanya), perasaan mudah bahagia, pikiran mudah tenang-seimbang. Bahkan merasa berbahagia dengan hal-hal kecil dan sepele. Konsentrasi bagus, mencari topik menulis di medsos mudah. Mengambil dan meletakkan piring (gelas) tidak bunyi kelentang kelenting.

Pelajaran tangan pertamanya, kuantitas dan kualitas tidur memang memberi dampak pada kesehatan mental. Kebahagiaan sebagai salah satu barometer penting kesehatan mental di zaman ini, sangat memerlukan kuantitas dan kualitas tidur yang cukup. Sulit membayangkan ada kebahagiaan mendalam jika seseorang kuantitas dan kualitas tidurnya buruk selama bertahun-tahun. Sangat sulit. Pengalaman tangan pertama bercerita, kuantitas dan kualitas tidur yang buruk mengganggu nyaris semua sendi kehidupan (body, mind and spirit). Termasuk mengganggu hubungan dengan orang dekat. Salah-salah bisa membuat seseorang melakukan kesalahan di social media, yang berujung pada berurusan dengan aparat keamanan. Oleh karena itu, mari merenungkan beberapa langkah psikologi agar tidur para sahabat relatif lebih sehat.

  1. Ketika Guruji tidur sampai 9 jam sehari (standar yang disarankan 7 – 9 jam sehari), terasa sekali di dalam mudah sekali bahagia, bahkan bahagia karena hal-hal sederhana dan kecil. Agar tidurnya sehat, belajar berbaik hati pada kekurangan, kesalahan dan kegagalan. Ia bukan tangan setan, tapi jalan meyakinkan menuju kedewasaan.
  2. Kekurangan adalah malaikat yang membimbing untuk selalu rendah hati. Kesalahan akan berhenti menjadi kesalahan begitu seseorang terfokus pada pelajaran, kegagalan sering memberi masukan tentang batas-batas kemampuan diri. Tanpa tahu batas-batas kemampuan diri, banyak manusia bisa bahaya dan celaka.
  3. Menyederhanakan pikiran dan kehidupan akan sangat menolong meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur. Langkah praktisnya, dekatkan keinginan dengan kenyataan. Banyak hal dalam hidup akan mudah terasa indah jika seseorang memiliki sedikit harapan dari orang lain.
  4. Self-love (penerimaan diri tanpa syarat apa-apa) juga sangat membantu. Ia mengurangi ketegangan di dalam, mengurangi konflik dengan orang luar, sekaligus memperbaiki kualitas tidur. Langkah kesehariannya, percakapkanlah di dalam hanya hal-hal yang membantu pertumbuhan mental. Kurangi keluhan, perbanyak senyuman yang penuh penerimaan ke dalam. Sambil ingat, Anda adalah penyembuh terbaik bagi diri Anda sendiri.
  5. Belajar menggandakan kebahagiaan menggunakan rasa syukur yang dalam. Ditemani rasa syukur yang dalam, bahkan kebahagiaan kecil pun seperti menghirup udara segar, bisa menjadi kebahagiaan besar sekaligus dalam.
  6. Karena otak menyukai keseharian yang berpola (pattern), jalani keseharian dalam pola yang relatif tetap. Misalnya bangun pagi, tidur, berangkat kerja di waktu yang relatif sama. Tidak perlu kaku. Ada jauh lebih sedikit stres dan ketegangan di dalam jika keseharain bergerak kebanyakan dalam pola. Begitu kehidupan bergerak di luar pola biasanya, cepat hidupkan lentera kesadaran penuh (mindfulness) di dalam, sehingga energi tidak bersahabat seperti marah bisa diminimalkan dampaknya.
  7. Waspadai thinking-feeling loop dalam keseharian. Ini menguras banyak energi, menganggu tidur sekaligus bibit sakit mental, bahkan bisa menimbulkan stroke. Ringkasnya, saat memori buruk berkunjung, jangan izinkan ia melahirkan pikiran buruk. Apa lagi pikiran buruk melahirkan perasaan buruk. Begitu pikiran buruk dan perasaan buruk sering saling menggulung (loop), di sana tidak saja tidur terganggu, tapi seseorang menyirami benih-benih stroke dan sakit mental di dalam. Obat praktisnya, saat memori buruk berkunjung, sadari bahwa ia hanya gerakan salah satu lingkaran neuorologis (neurological circuit) di otak. Sedikit berhubungan dengan orang luar. Cukup disadarai, bagikan senyuman penuh penerimaan, kemudian izinkan ia berlalu alami bersama sang waktu.
  8. Di zaman kita, kebahagiaan masih menjadi nutrisi mental yang terbaik. Karena kebahagiaan yang datang dari luar (pujian, persaingan, dll) mudah dicuri orang. Belajar mengembangkan kebahagiaan dari dalam. Untuk itu, imbangi internet (medsos) dengan inner net. Maksudnya, kenali jejaring pikiran-perasaan di dalam. Saat tubuh lelah, pikiran-perasaan gelisah, bertumbuhlah di lingkungan yang lebih sejuk. Ketika di dalam kuat, sehat dan bahagia, gandakan kebahagiaannya dengan pelayanan. Setidaknya melalui tatapan mata yang penuh penerimaan. Bagus jika tulus mendengarkan.
  9. Di atas semuanya, praktikkan kesadaran penuh (mindfulness) dalam setiap gerak keseharian. Dari makan, minum, bekerja sampai berkeluarga. Sadari sifat semuanya yang berpasang-pasangan. Di mana ada sedih di sana ada senang. Ketika dikunjungi bad mood, ingat nanti akan diganti oleh good mood. Jadilah seorang saksi di pinggir sungai, yang selalu berbagi senyuman pada setiap aliran kejadian dalam keseharian. Jika mau lebih dalam, gunakan jeda (diantara 2 nafas, 2 kegiatan, 2 memori, 2 suara) sebagai jangkar untuk selalu terhubung dengan saat ini. Ingat, satu-satunya waktu di mana manusia bisa bahagia adalah saat ini (the present).
  10. Langkah praktisnya, menyatulah dengan saat ini tanpa buruk-baik, tanpa salah-benar. Jalani keseharian seperti anak-anak sedang membuka hadiah, sedang bermain dan bernyanyi. Kurangi meracuni diri dengan rasa bersalah dari masa lalu, kurangi memperkotor perjalanan jiwa dengan ketakutan akan masa depan. Bersyukur ditemani dengan senyuman di setiap kekinian, itu sudah jauh lebih dari cukup.
  11. Diantara 7 miliar manusia di muka bumi, hanya ada 1, sekali lagi hanya ada 1 orang yang bisa menyembuhkan, membahagiakan dan mendamaikan diri Anda secara penuh dan utuh. Dan orang itu adalah diri Anda sendiri. Jauhkan segala permusuhan dengan diri sendiri, bangunlah persahabatan sesehat mungkin dengan diri sendiri. Sambil ingat, hanya ia yang menemukan sahabat di dalam yang akan diperlakukan sebagai sahabat di luar. Ingat jiwa-jiwa yang indah, kesehatan memang bukan segala-galanya, tapi tanpa kesehatan maka semuanya jadi percuma. Untuk itu, padukan antara kesehatan dengan rasa syukur mendalam, itulah hadiah indah untuk jiwa di dalam.

Sisi spiritual dari tidur

Lebih dalam dari sekadar menyembuhkan tubuh fisik dan tubuh mental, tidur juga menyembuhkan dan mendamaikan tubuh spiritual. Tidak saja dibenarkan oleh buku suci tua seperti ajaran dream yoga (mengalami kebersatuan melalui mimpi), tapi juga dibenarkan oleh pengalaman pribadi Guruji sendiri. Pendiri ilmu psikologi Sigmund Freud benar dalam The interpretation of dream, ketika menyebutkan 85 % lebih mimpi adalah sampah tidak berguna. Namun jika bisa teliti dan rapi membaca dan memaknakan yang 15 %, seseorang akan terbimbing secara sangat rapi. Ada memang ajaran spiritual yang menyebutkan mimpi sebagai sejenis halangan dan kekurangan di jalan spiritual. Dihormati saja. Tapi di jalan Tantra ada logika sederhana yang layak direnungkan: “Kualitas spiritual seseorang di alam jaga (awake) terlihat di alam mimpi. Kualitas perjalanan seseorang nanti ketika mati, juga bisa dilihat di alam mimpi”. Misalnya, seseorang yang kesehariannya panas dan marah, akan mudah terlihat di alam mimpi juga panas dan marah. Ia yang di dalam mimpi sering takut dan kalut, ada kemungkinan nanti ketika mati juga takut dan kalut.

Yang layak diendapkan lebih dalam, kesalahan di alam mimpi (misalnya marah) bisa diperbaiki di alam jaga. Dengan cara belajar sabar misalnya. Tapi kesalahaan ketika mati tidak bisa diperbaiki. Karena perjalanan kematian tidak bisa ditarik mundur. Atau tidak bisa diulangi. One way traffic. Dalam perspektif ini, tidur bersama mimpinya memegang peranan yang sangat penting dalam perjalanan spiritual. Lebih dalam dari itu, tanpa mimpi yang 15 % itu (di Tantra disebut lucid dreaming atau mimpi yang terang benderang), perjalanan spiritual rawan gelap dan tanpa petunjuk arah sama sekali. Setelah memadukan antara buku suci dengan pengalaman pribadi, berikut beberapa manfaat langsung dari dream yoga (yoga mimpi). Pertama, seseorang akan mendapat obat unik yang cocok untuk ciri unik tubuh masing-masing. Kedua, para sahabat bisa diberitahu hal-hal yang mungkin membahayakan perjalanan hidup. Atau hal-hal yang masih kurang di jalan spiritual.
Ketiga, dengan asumsi praktiknya tekun dan tulus, seseorang akan diberi tahu siapa Guru hidup yang sebaiknya diikuti. Keempat, asal bersih dan jernih memasuki alam mimpi, Guru rahasia sering membuka alam rahasia salah satunya melalui mimpi. Salah satu contoh yang boleh dibagikan ke publik pemula, hubungan seseorang dengan siklus bulan dan matahari terlihat salah satunya melalui kualitas tidur dan mimpi yang terang benderang. Orang yang dekat dengan jalan Buddha misalnya, akan mudah tidur nyenyak di malam Purnama. Pencari yang dekat dengan jalan Shiva sebagai contoh lain, akan mudah tidur nyenyak di malam tanpa bulan (tilem). Demikian juga dengan bulan sabit, serta setengah bulan. Kurangi menyebut jalan yang cocok lebih begini lebih begitu dibandingkan jalan lain. Cukup jalani jalan setapak masing-masing, hormati orang yang mengambil jalan setapak yang berbeda. Karena demikian vitalnya peran tidur dan mimpi bagi perjalanan spiritual, berikut sejumlah saran agar tidur dan mimpinya lebih berkualitas.

  1. Berangkat tidurlah dengan perut yang tidak terlalu kenyang. Sedikit lapar. Empat jam sebelum tidur sebaiknya tidak makan. Minum air secukupnya boleh. Tidak saja berkaitan dengan sistim pencernaan yang diniatkan untuk ikut istirahat, tapi agar bisa memasuki dunia tidur ditemani lebih sedikit spirit-spirit duniawi. Di dunia penelitian manusia yang berumur panjang, cara ini juga sangat disarankan.
  2. Tinggalkan tugas-tugas duniawi dalam sebuah catatan. Sehingga pikiran dan perasaan tidak dibebani terlalu banyak spirit-spirit duniawi. Sekaligus seseorang memasuki alam mimpi bersama pikiran dan perasaan yang relatif lebih tenang dan seimbang.
  3. Di putaran waktu yang kurang bersahabat, misalnya Anda dekat dengan bulan Purnama tapi putaran waktunya jauh dari bulan Purnama, siapkan perangkat tidur yang lebih ekstra. Dari olah raga yang cukup, situasi kamar tidur yang relatif bersih, gangguan dari orang dekat lebih minimal, doanya lebih dalam, sampai meditasi yang lebih dalam menjelang tidur. Sehingga dampak buruk dari putaran waktu yang kurang bersahabat jadi lebih minimal.
  4. Karena manusia mencakup body, mind and spirit, selalu jaga hubungan yang selaras dan harmonis dengan spirit lokal. Dari merawat taman dan tanaman di sekitar rumah, memberi makan burung dan binatang liar, menjaga rumah agar bersih tidak saja secara fisik, tapi juga secara spiritual (jauh dari permusuhan, dekat dengan persahabatan). Sahabat di Bali yang diwarisi suguhan dan penunggun karang, ia layak dirawat. Tidak menyembah mereka, tapi menyayangi mereka.
  5. Jika menjelang tidur tersisa luka jiwa, kemarahan dan kebencian, arif jika membersihkan diri dengan Tirtha (air suci) memaafkan: “Tidak saja Anda menderita, orang melukai juga menderita. Sedihnya, mereka mau menyembuhkan diri dengan melukai orang lain. Sehingga mareka tidak saja gagal mendapatkan obat, tapi juga meminum racun baru yang lebih berbahaya”.
  6. Bila sesaat sebelum tidur dikunjungi banyak memori buruk khususnya, istirahatkan pikiran dalam jeda diantara 2 memori. Seumpama lingkungan sekitar suaranya riuh oleh karaoke misalnya, lindungi diri dengan mendengarkan musik kesukaan menggunakan head set. Jika sulit sekali, istirahatkan pikiran dalam jeda diantara 2 suara. Praktik menyentuh jeda sangat-sangat menolong dalam hal ini.
  7. Seumpama tidur bersama pasangan hidup atau anak-anak, percakapkanlah hanya hal-hal yang mempercantik jiwa menjelang tidur. Jika tidur sendiri, percakapkanlah di dalam juga hal-hal yang mempercantik jiwa. Dari berterimakasih sampai bersyukur. Terutama karena percakapan sesaat menjelang tidur ikut mempengaruhi perjalanan menuju alam tidur.
  8. Bikin daftar di pikiran tentang hal-hal yang layak disyukuri dalam hidup. Dari badan sehat, keluarga yang selamat, tidak punya hutang, rumah yang indah, sampai pikiran yang damai. Setidaknya, jauhkan diri dari keluhan, perasaan yang serba kurang, energi persaingan yang berlebihan. Rasa syukur adalah kualitas yang sangat membantu dalam perjalanan tidur menuju mimpi yang terang benderang (lucid dreaming).
  9. Doa adalah kekuatan yang sangat membantu. Bisikkan ke dalam diri doa terimakasih setidaknya tiga kali menjelang tidur. Bagus juga melakukan penegasan positif ke dalam diri dengan membisikkan mantra indah: “Saya adalah rasa syukur yang sangat dalam”. Penegasan ini tidak saja disarankan di dunia spiritual, tapi juga di dunia psikologi.
  10. Mengingat pesan-pesan buku suci menjelang tidur juga sangat membantu. Misalnya, manusia bukan tubuh fisik yang mencari Cahaya, melainkan Cahaya yang sedang meminjam tubuh fisik. Lakukan yang terbaik, dekap hasilnya juga secara terbaik. Apa pun yang terjadi di alam ini mirip awan-awan yang datang dan pergi. Dan Anda adalah seorang saksi yang penuh harmoni. Mirip langit biru yang bersih jernih, tidak tersentuh sama sekali oleh awan-awan yang datang dan pergi. Jangan lupa membayangkan huruf suci agama masing-masing di sekitar kerongkongan menjelang tidur. Terutama karena gerakan energi saat tidur paling dinamis di cakra kerongkongan.
  11. Meditasi adalah sahabat terbaik menjelang tidur. Tidurlah dengan posisi tubuh miring ke arah kanan. Bahu kanan ada di bawah. Rasakan jeda diantara dua nafas. Di ujung nafas masuk mau nafas ke luar ada jeda sepersekian detik. Di ujung nafas keluar mau nafas masuk juga ada jeda sepersekian detik. Tidak perlu menahan nafas, tidak perlu memperlambat nafas. Bernafaslah sealami mungkin. Di wilayah jeda ini, bayangkan Anda memasuki pikiran yang seluas ruang. Yang bisa memberi tempat pada apa saja dan siapa saja. Dekap setiap memori maupun pengalaman yang datang dengan senyuman yang penuh penerimaan. Selebihnya, izinkan perjalanan jiwa diangkat naik oleh kesempurnaan keikhlasan.
    Semoga semua mahluk berbahagia, bebas dari segala macam derita.

***) Ini ringkasan dalam bahasa Indonesia dari topik yang akan disampaikan melalui social media live di angkatan meditasi mei 2021. Terutama karena Guruji akan menyampaikan pesannya dalam bahasa Inggris di tanggal 19 dan 20 mei 2021 melalui social media live. Sesi pertama jam 11:33 waktu Bali. Sesi kedua jam 18:18 waktu Bali.

Keterangan foto: Suasana Ashram tempat Guruji bermukim di waktu malam

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.