Kesembuhan

Tips agar Kesendirian jadi Menyejukkan

Ditulis oleh Gede Prama

Putaran waktu ini memaksa manusia agar banyak berumah dalam kesendirian. Yang gagal berumah dalam kesendirian akan dikunjungi bahaya. Yang berhasil berumah dalam kesendirian akan dikunjungi Cahaya. Ini serangkaian tips agar para sahabat sehat selamat.

  1. Tiap kali dikunjungi memori buruk, itu hanya reaksi lingkaran neurologis di otak. Tidak perlu dilayani dengan menghakimi orang lain dan diri sendiri. Biarkan ia berlalu bersama waktu
  2. Lebih berbahaya lagi jika memori buruk diizinkan melahirkan pikiran (perasaan) buruk. Ketika keduanya saling menggulung (thinking-feeling loop), itu awal banyak bahaya. Termasuk stroke
  3. Untuk dimaklumi, bahkan jiwa-jiwa suci pun dikunjungi memori buruk. Agar sehat selamat, izinkan ia muncul lenyap sesederhana awan-awan di langit yang juga muncul lenyap
  4. Bila dikunjungi rasa bersalah, cepat ambil pelajarannya. Begitu terfokus pada pelajaran, kesalahan akan berhenti menjadi kesalahan. Ia berubah menjadi nutrisi kedewasaan
  5. Di zaman kita, memaafkan adalah obat yang sangat menyembuhkan (mendamaikan). Sesulit apa pun cepat belajar memaafkan. Ia seperti obat yang sangat dibutuhkan di zaman ini
  6. Buka pintu memaafkan dengan cara seperti ini: “Orang melukai juga terluka. Ia mau mengobati diri dengan marah-marah. Ia tidak saja gagal dapat obat, malah minum racun yang baru”
  7. Memaafkan memang tidak mengubah masa lalu, tapi ia mengubah masa kini jadi penuh dengan energi kesembuhan dan kedamaian. Ia bahan melangkah ke masa depan yang meyakinkan
  8. Saat sendiri sepi, isi rasa sepi dengan memikirkan hal-hal yang layak disyukuri. Saat pikiran penuh rasa syukur, otak berhenti melepaskan hormon neraka yang meracuni diri di dalam
  9. Karena reaksi biokimia otak adalah titik perjumpaan antara body, mind, spirit, rasa syukur menyembuhkan (mendamaikan) baik body, mind, spirit. Seluruh bagian diri Anda tersembuhkan
  10. Di Timur orang menyukai mantra dan doa. Saat melakukan tugas keseharian sendiri, seperti menyapu, bisikkan ke dalam diri mantra ini: “Saya adalah rasa syukur yang sangat dalam”
  11. Meditasi adalah sahabat terbaik ketika sendiri. Istirahatkan pikiran di jeda diantara 2 nafas. Saat dikunjungi 2 memori atau 2 suara, rasakan jeda diantara keduanya. Kemudian kembali ke jeda diantara 2 nafas. Di sepanjang perjalanan, ingatkan diri lagi dan lagi: “Istirahat di saat ini apa adanya. Semua adalah tarian kesempurnaan yang sama”.

Pusat layanan gratis (tanpa bayar) keluarga spiritual Compassion:
P3A (Pusat Pelayanan Perawatan Anak berkebutuhan khusus)
P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri)
P3C (Pusat Pelayanan Pencegahan Perceraian)
082335555644 (Telkomsel)
081999162555 (XL)
085857536536 (Indosat)

Photo courtesy: Twitter

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.