Kesembuhan

Melatih Otak agar Tersenyum***)

Ditulis oleh Gede Prama

Sebagaimana terlihat di sana-sini, penyakit dan rasa sakit yang berkaitan dengan pikiran berkembang pesat sekali. Dalam bahasa sejumlah sahabat dokter, penyakit di zaman dulu kebanyakan disebabkan oleh salah makanan. Di zaman sekarang, kebanyakan penyakit datang dari salah pikiran. Tidak saja sakit di sekitar kepala yang berkaitan dengan salah pikiran, sakit mag, diabetes, jantung, pencernaan, nyaris semua penyakit memiliki hubungan dengan pikiran yang tidak dilatih secara indah. Pakar otak manusia Dr. Rudolph Tanzi dari Harvard sekaligus penulis buku indah Super Brain, secara eksplisit menyebutkan bahwa otak bisa menjadi racun yang sangat membahayakan, bisa juga menjadi obat yang sangat menyembuhkan. Tergantung seberapa cerdas seseorang melatih otaknya. Di bagian tertentu buku Super Brain, secara jelas ditulis: “Ia yang otak kirinya terlalu keras, tidak memperhatikan otak kanan, akan mengalami kesulitan memasuki tidur yang dalam”. Padahal tidur yang dalam (deep or delta sleep) adalah syarat sangat penting di zaman ini agar seseorang bisa sembuh baik secara biologi, psikolog maupun spiritual.

Dr. Jil Bolte Taylor adalah pakar otak lain dari Harvard yang mengerti otak dari luar sekaligus dari dalam. Mengerti otak dari luar karena beliau menghabiskan waktu bertahun-tahun meneliti otak manusia di laboratorium. Mengerti otak dari dalam karena Jil pernah mengalami stroke selama 8 tahun. Kemudian bisa menyembuhkan diri. Serta normal kembali. Di sejumlah presentasinya di youtube, wanita mengagumkan ini berkali-kali berpesan tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara otak kiri yang kaya dengan logika dengan otak kanan yang kaya dengan rasa. Tanpa keseimangan jenis ini, manusia mana pun bisa dijemput bahaya. Sekaligus jauh dari Cahaya. Tengok ke dalam ketika mendengar kata dog (anjing). Jika yang muncul di otak adalah huruf d, o dan g, itu tanda seseorang otak kirinya lebih kuat. Bila yang mucul di otak adalah wajah mahluk Tuhan yang sangat setia, ada kemungkinan otak kanan yang lebih kuat. Cermati apa yang terjadi di dalam saat masuk ke taman indah, seumpama otak langsung menghitung jumlah pohon, itu ciri khas orang otak kiri. Seumpama otak merasakan kesejukan begitu melihat pohon tanpa tertarik menghitungnnya, kemungkinan ia memiliki otak kanan yang lebih kuat. Anjuran Dr. Jil Bolte Taylor jelas dan tegas, yang kuat dengan otak kiri, imbangi diri dengan aktivitas yang memperkuat otak kanan. Dari menulis puisi, bertaman, sampai merawat binatang. Yang terlalu kuat dengan otak kanan, imbangi diri dengan logika, sistimatika dan angka-angka.

Penulis buku indah “How emotion are created” yakni Dr. Lisa Fieldman benar ketika menyimpulkan bahwa emosi (perasaan) adalah hasil interaksi dinamis antara otak, tubuh dan lingkungan. Dan otak memegang peranan paling penting dalam melahirkan emosi baik negatif maupun positif. Jika otak sangat kritis dan sangat negatif, di mana-mana yang bersangkutan akan mudah dikunjungi oleh emosi negatif seperti bad mood, marah dan sedih. Bila otak dilatih secara positif-holistik, lebih sedikit kemungkinan seseorang dikunjungi oleh emosi negatif. Dr. Rudolph Tanzi pernah berbagi cerita di youtube, emosi juga buah dari aktivitas otak. Jika otak didikte habis-habisan oleh ketakutan (fear) dan hawa nafsu (desire), emosi cenderung berayun lebih ekstrim. Bila ketakutan dan hawa nafsu relatif lebih terkendali, ayunan emosi akan lebih jinak serta menimbulkan lebih sedikit riak. Begitulah kira-kira banyak ilmuwan di zaman ini menyimpulkan pentingnya otak. Di dunia spiritual juga serupa, tanpa kecerdasan melatih otak, jalan spiritual bisa sangat membahayakan. Contohnya ada banyak. Tapi tidak elok menceritakan kejatuhan spiritual orang lain. Tidak elok.

Melatih otak dalam keseharian

Belajar dari sinilah, para sahabat diundang untuk belajar melatih otak. Salah satu pakar otak tingkat dunia yang secara jelas dan tegas menyarankan pentingnya melatih otak adalah Dr. Rudolph Tanzi: “Apa yang disebut rasa sakit adalah hasil dari otak yang tidak terlatih. Apa yang disebut kedamaian adalah hasil ketekunan untuk berjarak secara sehat dengan aktivitas otak. Terutama dengan menjadi seorang saksi yang penuh harmoni”. Begitu pernah disimpulkan beliau di youtube. Terinspirasi dari sini, mari merenungkan sejumlah langkah praktis dalam keseharian, bagaimana otak sebaiknya dilatih. Berikut adalah langkah-langkah praktis melatih otak yang telah Guruji lakukan selama bertahun-tahun. Hasilnya, tubuh relatif sehat, hubungan dengan orang-orang dekat juga relatif sehat, perjalanan pertumbuhan jiwa juga relatif selamat.

  1. Bimbing diri untuk selalu seimbang. Tidak mungkin kegelapan hadir begitu cahaya hadir, rasa sakit dan penyakit akan berkunjung lebih sedikit jika seseorang tumbuh seimbang. Tidak saja keseimbangan otak kiri dan otak kanan, tapi juga seimbang dalam setiap aspek kehidupan. Dari seimbang antara membahagiakan diri dan orang lain, seimbang antara kerja dan keluarga, antara material dan spiritual, dll. Sambil jangan lupa, kebiasaan yang menahun secara sangat meyakinkan ikut membentuk otak.
  2. Percakapan yang sehat di dalam. Psikolog dengan spesialisasi percakapan di dalam serta pakar otak banyak yang sepakat, apa yang diucapkan, dipikirkan dan dilakukan seseorang selama bertahun-tahun adalah hasil meniru dari orang lain. Khususnya di masa kecil dan remaja. Karena demikian keadaannya, segera latih diri untuk melakukan percakapan yang sehat di dalam. Kurangi menyalahkan diri dan orang lain, belajar bersahabat dengan diri dan kehidupan. Lihat kesalahan sebagai sumber pelajaran. Bertumbulah menuju kedewasaan. Sangat disarankan untuk melihat semuanya secara positif-holisitk. Di dunia meditasi ada gatha (doa-doa yang dibisikkan ke dalam). Guruji telah melakukannya selama lebih dari 10 tahun. Hasilnya sangat bermanfaat. Dan diantara semua percakapan di dalam, yang paling sehat adalah senantiasa bersyukur.
  3. Cermati cara otak berespon saat melihat (mendengar) tentang orang menyakiti. Jika otak melihat orang menyakiti sebagai musuh yang layak dibalas, apa lagi mempersiapkan langkah-langkah pembalasana, itu tanda otak yang jauh dari sehat. Bahkan berbahaya. Begitu otak mulai bisa melihat bahwa orang menyakiti juga terluka, itu tanda otak mulai lebih sehat. Lebih sehat lagi jika bisa memaafkan orang melukai. Yang paling sehat ketika otak bisa menyimpulkan, orang menyakiti adalah malaikat yang menyamar, yang sangat membantu dalam pertumbuhan jiwa. Ini obat otak yang indah dalam hal ini: “Tatkala banyak yang terlihat salah, itu tanda seseorang perlu belajar. Ketika yang terlihat salah bukan orang lain, tapi cara memandang, itu tanda belajarnya sudah mulai. Begitu tidak ada yang terlihat salah, semuanya indah, belajarnya sudah selesai”.
  4. Lihat kualitas tidur dari malam ke malam. Guruji diberi hadiah jam tangan oleh keluarga Compassion yang bisa memantau sejumlah aspek kesehatan, salah satunya kualitas dan kuantitas tidur. Terlihat dan terasa sekali, kualitas tidur tidak saja mencerminkan kualitas nutrisi yang masuk melalui mulut dan pikiran, tapi juga bercerita kualitas otak dari hari ke hari. Otak cenderung bertumbuh sehat jika tidurnya setidaknya 7 jam sehari. Itu pun unsur deep delta sleep-nya (tidur yang dalam) terlihat membaik dari malam ke malam yang lain.
  5. Belajar dekat dengan alam. Sejumlah buku suci tua menyebutkan: “Nature nurture”. Alam juga membimbing. Orang zen bahkan menyebut alam sebagai scriptures of no letters. Buku suci tanpa huruf. Sebagai seseorang yang hobi taman (gardener) selama lebih dari 10 tahun, terlihat dan terasa melalui pengalaman pribadi, bersentuhan langsung dengan alam tidak saja melatih otak secara lebih sehat, tapi juga membimbing jiwa menemukan keseimbangan dan keterhubungan,
  6. Menutupi lubang-lubang jiwa. Setiap orang punya lubang-lubang jiwa yang mesti ditutupi di usia tua. Karena Guruji menghabiskan terlalu banyak waktu bersama buku dan bacaan di usia muda, di usia tua jiwa rindu sekali bersentuhan langsung dengan alam dan kehidupan. Itu makanya keluarga Compassion punya 3 pusat layanan. Guruji bersentuhan dengan alam tidak saja melalui taman, tapi juga membuat lukisan kaligrafi di pasir putih di Ashram tiap hari. Setiap kali mau berdoa, selalu menyempatkan waktu untuk membuat lukisan kaligrafi di pasir putih di Ashram. Pelan meyakinkan, ia ikut melatih otak secaha lebih sehat.
  7. Menjaga lingkungan agar senantiasa bersih dan sehat. Sedewasa apa pun seseorang jika lingkungan sekitarnya kotor dan kumuh selama bertahun-tahun, lama-lama otak bisa berubah juga. Untuk itu, jaga lingkungan sekitar agar senantiasa bersih dan rapi. Khususnya karena tidak saja otak membentuk alam sekitar, alam sekitar juga membentuk balik otak
  8. Olah raga yang sehat juga menentukan sehat tidaknya otak. Bagi sahabat yang mulai menua (di atas 50 tahun), layak merenungkan temuan jurnal kesehatan tingkat dunia Harvard Medical School: “Orang banyak bahaya di usia tua karena tubuhnya kurang fleksibel dan kurang seimbang”. Itu sebabnya, Guruji tiap hari dua kali melakukan centering yoga serta energy alignment movement. Ia ikut membuat otak dan pertumbuhan jiwa jadi lebih sehat.
  9. Karena stres adalah kekuatan yang telah menghancurkan banyak sekali manusia, arif jika menjaga kualitas dan kuantitas stres dalam keseharian. Intinya sederhana, menjaga keseimbangan antara keinginan dengan kemampuan. Saat di dalam terasa tegang, dekatkan keinginan dengan kemampuan. Lebih-lebih jika di dalam terbakar, belajar melihat semuanya sudah sempurna apa adanya.
  10. Bersyukur itu sangat penting. Anjuran bersyukur tidak saja muncul di buku suci tua, tapi memasuki wilayah psikologi dan kedokteran. Itu sebabnya, di jaringan social media keluarga Compassion tidak ada hari di mana kami tidak menganjurkan pentingnya bersyukur. Tiap hari para sahabat diajak bersyukur. Setidaknya bersyukur karena dibikin lebih dewasa oleh kesulitan. Bersyukur karena tubuh sehat, keluarga selamat. Bersyukur masih ada orang yang tertarik mencari Cahaya.
  11. Doa-doa bodhicitta. Dunia psikologi dan kesembuhan sudah lama menekankan pentingnya doa. Mendoakan agar semua mahluk berbahagia sangat dianjurkan. Tidak saja agar seseorang bertumbuh dari diri yang kerdil menuju diri yang Agung, tapi juga membantu seseorang mengalami keterhubungan dan keseimbangan. Saat berdoa di mana saja, sangat dianjurkan untuk berdoa seperti ini: “Semoga saya bisa sesedikit mungkin menyakiti mahluk lain, semoga saya bisa sebanyak mungkin membahagiakan mahluk lain”. Seperti obat yang telah diminum selama puluhan tahun, doa ini sangat menyembuhkan Guruji.
  12. Mengisi keseharian dengan tindakan-tindakan cinta kasih adalah obat otak yang sangat mujarab. Di dunia neuro-science (otak) mulai ada pakar yang berani menyimpulkan seperti ini: “Tidak saja otak yang membentuk organ-organ tubuh yang lain, tapi gerakan-gerakan tubuh yang konsisten serta berulang-ulang juga ikut membentuk otak”. Jika seseorang mempraktikkan cinta kasih selama bertahun-tahun tanpa putus, otak akan berubah jadi jauh lebih seimbang antara otak kiri dan otak kanan.
  13. Soal meditasi menyembuhkan otak, itu cerita sangat tua. Yang sekarang dibenarkan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahkan melibatkan mesin pengukur gelombang otak EEG serta MRI. Lebih-lebih jika obyek meditasinya adalah jeda (sebagaimana yang dibagikan oleh keluarga Compassion). Efek kesembuhan dan daya ubahnya terhadap otak bisa sangat menyakinkan. Untuk rincian lebih lanjut, silahkan tonton video-video bimbingan meditasi yang telah dibagikan keluarga Compassion selama bertahun-tahun. Jika para sahabat memerlukan mantra, coba mantra ini secara berulang-ulang: “Senyuman saya yang diniatkan untuk mengubah dunia, bukan dunia yang mengubah senyuman saya”.

***) Ini terjemahan bahasa Indonesia, sekaligus ringkasan topik yang akan disampaikan di acara social media live rabu 16-6-2021 jam 11:33 dan jam 18:18 waktu Bali. Terutama karena Guruji akan menyampaikan pesannya dalam bahasa Inggris

Keterangan foto: Suasana Ashram Avalokiteshvara tempat Guruji bermukim di Bali Utara pagi ini

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.