Kesembuhan

Bali My Love

Ditulis oleh Gede Prama

Dalam perjalanan dari AS menuju Canberra Australia, presiden AS yang ketika itu George W. Bush mampir di Bali, serta menyempatkan waktu berdialog dengan salah satu orang suci di Bali. Ceritanya sangat menyentuh hati: “Di suatu malam satelit Nasa mengelilingi Nusantara. Semua pulau gelap. Tapi pulau Bali memancarkan Cahaya ke angkasa secara terang benderang”

Itu bahasa langitnya. Bahasa buminya, di putaran waktu itu Bali menjadi satu-satunya tempat di bumi, di mana bom teroris tidak diikuti dendam dan amarah. Di putaran waktu itu juga beredar buku dan film terkenal “Eat, pray, love” yang menyebutkan bahwa Bali adalah pulau cinta kasih. Plus berkali-kali Bali dinobatkan oleh media dunia menjadi pulau dengan tujuan wisata terbaik di dunia.

Pertanyaannya kemudian, setelah memasuki krisis panjang covid 19, apakah Cahaya itu masih ada? Orang boleh punya jawaban apa saja terhadap pertanyaan ini. Tapi di keluarga Compassion, telah lama para sahabat dekat dibimbing dengan pesan seperti ini: “Sudah cukup mengejar Cahaya ke mana-mana. Sudah saatnya berbagi Cahaya kepada dunia”.

Itu sebabnya keluarga kecil Compassion teliti dan telaten sekali melayani setiap hari. Tanpa mengenal libur. Teman-teman di pusat layanan P3A, P3B, P3C bahkan menunggu telepun 24 jam sehari. Tidak jarang harus terbangung di tengah malam, hanya sekadar mendengarkan curhat panjangnya jiwa-jiwa gelisah. Tidak sedikit yang kena bentak karena alasan yang tidak jelas.

Ringkasnya, pelayanan yang tulus sedang bercerita pada jiwa-jiwa gelisah melalui tindakan, di bumi masih tersedia Cahaya yang indah. Kadang ada yang bertanya heran, apa yang dicari melalui langkah seperti ini. Dalam bahasa sederhana namun dalam: “When you love what you have, you have everything”. Begitu seseorang mencintai apa-apa yang ada, ia sudah sangat kaya.

Photo courtesy: Twitter

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.