Kesembuhan

Selamat hari Natal: Berjumpa Yesus Kristus yg ketiga

Ditulis oleh Gede Prama

Di secret temple di Ashram sering datang tupai memakan buah cherry. Tiap kali tupai itu datang, ia berbisik: “Temukan Yesus Kristus yg ketiga”..

Yesus yg pertama adalah Putera Bapa di Surga. Yesus kedua adalah Yesus historis yg berbagi Cahaya sangat indah lebih dari 2000 tahun lalu.

Yesus yg ketiga adalah cinta kasih dalam diri setiap mahluk. Caranya, kita semua sama-sama menderita, sama-sama mau bahagia.

Pilihan terbaik adalah membuat pihak lain bahagia, jika tidak bisa cukup jangan menambahkan penderitaan yg baru.

Dulunya, cinta kasih hanya ditulis di buku suci. Sekarang telah diteliti luas di banyak perguruan tinggi. Tingkat dunia lagi!

Di awal ditemukan, mahasiswa yg menonton film Bunda Teresa kekebalan tubuhnya lebih baik dari ia yg menonton film biasa.

Belakangan, melibatkan alat canggih seperti perekam gelombang otak EEG sampai MRI, cinta kasih membuat otak melepaskan lebih banyak obat.

Seorang dokter dg 2 gelar doktor yakni Prof David Hawkins berkali-kali menemukan, di balik penyakit adalah keadaan kurang cinta kasih.

Ajakannya, di hari suci Natal ini, mari belajar menemukan Yesus yg ketiga. Caranya pun mudah, cukup temukan subyek cinta kasih.

Dari suami, istri, anak sampai binatang peliharaan. Yg penting ia sering menghadirkan rasa rindu, membangkitkan niat indah utk membahagiakan.

Karena reaksi biokimia otak adalah titik perjumpaan antara body, mind, spirit, praktik cinta kasih seperti ini tidak saja menyehatkan tubuh.

Tapi juga mendamaikan pikiran, serta membantu spirit di dalam utk senantiasa terhubung. Akibatnya, makannya enak tidurnya nyenyak.

Video courtesy: Twitter @ramblingsloa

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.