Kesembuhan

Bela Diri yg Bikin Harmoni

Ditulis oleh Gede Prama

Sebagaimana terlihat dari dulu, anak yg baru belajar bela diri mirip murid yg baru lulus SD. Mengira dirinya paling hebat kemudian menantang orang.

Ujungnya, bela diri tidak menjadi kekuatan penjaga. Tapi membuat hidup jadi celaka. Penekun bela diri tingkat tinggi lain lagi.

Ilmu bela diri tidak diperlihatkan, tapi disimpan di dalam hati. Di China kuno, ada pendekar yg pulang kampung. Kemudian dicegat oleh berandalan desa.

Pendekar ini diminta merangkak di bawah selangkangan kaki berandalan tadi, dg senang hati pendekar ini melakukannya agar bisa masuk desa.

Beberapa malam kemudian, desa ini dicoba dirampok oleh gerombolan perampok berkuda, dg enteng gerombolan perampok ini diusir oleh pendekar.

Heran melihat kemampuan bela diri pendekar ini, orang desa tanya kenapa berandalan desa tidak ditendang saja saat pertama kali masuk desa.

Dg tersenyum pendekar ini menjawab: “Belajar bela diri tidak utk melukai, tapi utk membuat bumi jadi lebih harmoni”. Ini tanda orang dg ilmu tingkat tinggi.

Makanya bisa dimaklumi, tatkala tokoh bela diri tingkat dunia Bruce Lee ditanya siapa Gurunya, ia menunjuk pada air yg mengalir.

Pelajarannya, semakin tinggu ilmu seseorang, semakin lentur tidak saja gerakan bela dirinya, tapi juga kehidupan kesehariannya.

Tidak kebetulan jika peneliti Belanda menyebut agama asli orang Bali sebagai The religion of holy water (agama Tirtha, agama air suci).

Makanya sebelum berdoa kepala diperciki Tirtha, setelah berdoa lagi-lagi kepala diperciki Tirtha. Ia media pengingat tentang pesan berikut ini.

“Pikiran yg lentur, hati yg bersyukur”, itulah kekuatan penjaga terbaik di alam ini. Sekaligus, itulah jenis bela diri yg membuat bumi jadi harmoni.

Keterangan foto: Salah satu keponakan Guruji yg tekun sekali belajar bela diri sejak umur kecil

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.