Kesembuhan

Kekayaan yg mengangkat perjalanan jiwa

Ditulis oleh Gede Prama

Tidak sedikit orang kaya yg dijatuhkan perjalanan jiwanya oleh hartanya. Tidak sedikit! Berita baiknya, ada kekayaan yg mengangkat perjalanan jiwa.

Jika di usia muda kita merasa kaya karena mengumpulkan, di usia tua jiwa terasa kaya karena tulus memberikan. Bahasa pengetahuannya seperti ini.

Di alam ini semuanya energi. Ia yg tulus memberikan mengundang energi kesembuhan, kebahagiaan, kedamaian. Sesederhana taman mengundang kupu-kupu.

Sementara kekayaan material sebagai energi rawan mengundang datangnya kepalsuan dan bahkan bahaya, ketulusan mengundang energi yg lain.

Ketulusan seperti filter yg menseleksi siapa yg datang sebagai sahabat. Sehingga orang yg mendekat betul-betul membawa obat.

Di atas semuanya, yg dipindahkan dari satu tubuh ke tubuh lain saat kematian adalah energi kebiasaan. Jika seseorang di dalamnya tulus dan halus, tidak mungkin lahir di alam bawah.

Sekali lagi, tidak mungkin! Setidaknya akan terlahir menjadi manusia yg jauh lebih baik. Bukan tidak mungkin akan berjumpa yg terlangka dari yg langka-langka:

“Lahir jadi manusia, di keluarga berkecukupan, tertarik mempercantik jiwa, berjumpa Guru sejati”. Salah satu buku suci tua menulis, jarang sekali ada berkah langka seperti itu.

Semoga semua mahluk berbahagia. Semoga semua mahluk berbahagia. Semoga semua mahluk berbahagia. Semoga semua mahluk berbahagia.

Keterangan video: Keluarga dekat Compassion menyapu kemaren di Pura Sakenan Denpasar Bali. Video dibuat oleh kepala urusan rumah tangga Ashram Kadek Optimis

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.