Kesembuhan

Diangkat naik oleh stres…

Ditulis oleh Gede Prama

Sebagaimana dilaporkan banyak jurnal kesehatan, stres dan ketegangan lain tidak saja meracuni banyak tubuh, tapi juga telah mengambil banyak tubuh manusia.

Utk itu, mari membekali diri dg wawasan tentang stres yg lebih holistik. Sehingga bisa diangkat naik (bukan dijatuhkan) oleh stres.

Pertama, sebagaimana tubuh yg lebih besar (alam) memerlukan malam-siang serta segala cuaca, tubuh di dalam juga serupa.

Ia membutuhkan segala cuaca agar bisa bertumbuh. Termasuk membutuhkan ketegangan. Sebagaimana suara riuh membuat keheningan jadi dalam, keteganganlah yg membuat kedamaian jadi terasa dalam.

Kedua, tidak perlu mengubah lautan agar tidak bergelombang. Tidak perlu terlalu bertenaga utk memaksa kehidupan agar tidak bergelombang.

Cukup lepaskan ia dalam sifat alaminya. Lepaskan, itu kuncinya. Sambil ingat, pikiran dualistik yg serakah hanya mau positif adalah salah satu kecerdasan di dalam.

Temui kecerdasan lain di dalam yg lebih agung. Yakni kecerdasan sebagai seorang saksi. Cukup saksikan gelombang. Sambil ingat, ia akan berlalu.

Ketiga, dengarkan dg penuh perhatian seluruh tubuh. Khususnya nafas. Bahkan rasa tidak nyaman pun layak didengarkan. Tanpa negatif-positif tentu saja.

Apa yg disebut pikiran sebagai negatif, ia mirip cahaya matahari panas yg membuat bunga jadi mekar. Jalani ketegangan dg sebuah janji, sebentar lagi jiwa mekar.

Keempat, bila tekun, tulus dan tidak mudah menyerah di jalan menyaksikan, nanti terjadi sintesis negatif-positif di dalam yg melahirkan Cahaya.

Di sana Anda akan mengerti, kegelapanlah yg membuka pintu Cahaya, keteganganlah yg membuka pintu kedamaian yg mendalam.

Tidak perlu kaget jika hidup Anda menjadi penuh Cahaya kemudian. Semoga semua mahluk berbahagia. Semoga semua mahluk berbahagia.

Photo courtesy: Pexels

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.