Kesembuhan

Buddha dulu, baru Shiva

Ditulis oleh Gede Prama

Ini cerita sedih, sekali lagi cerita sedih!. Sejak dulu sampai sekarang, tidak sedikit Guru India tingkat dunia yg saling menyerang.

Tidak saja menyerang sesama Guru India, tapi juga menyerang keras penganut lain. Di youtube ada banyak video soal ini.

Tidak elok menyebut nama orang dalam hal ini. Tidak elok! Pelajarannya, itu bahayanya orang yg disentuh ajaran Shiva tanpa disentuh Buddha.

Sebagaimana kerap dibagikan, pemuja Shiva mengenal mantra: “I am both darkness & light”. Begitu disentuh ajaran Shiva secara mendalam.

Seseorang akan berisi baik kegelapan maupun Cahaya. Jika tidak menapaki jalan Buddha terlebih dahulu, kegelapan rawan menjadi kekuatan dominan.

Dan kekuatan kegelapan yg dominan ini tidak saja menyebarkan kekerasan, tapi juga mengundang alam gelap utk lebih berkuasa di bumi.

Ujungnya, tentu saja bumi jadi sangat menyentuh hati. Dg tidak menggunakan kerangka rendah-tinggi, Guruji bersyukur sekali dibimbing secara berbeda.

Sebelum disentuh energi Shiva, energi Buddha dulu yg bersemayam di dalam. Sehingga jika ada godaan, tidak tertarik menggunakan kekuatan kegelapan.

Lebih tertarik utk mengedepankan kedamaian. Beda mendasar antara ajaran Buddha & Shiva sederhana. Di Buddha manusia terikat dg hukum karma.

Apa yg ditanam, itu yg dipetik. Sehingga hati-hati sekali dalam melangkah. Begitu memasuki Shiva sebagai kesadaran murni, ceritanya lain lagi.

Seseorang mirip bunga lotus. Karma tidak menyentuh. Ini yg menyebabkan sebagian pemuja Shiva dg entengnya menyerang orang lain.

Dg asumsi ia sampai di tingkat kesadaran murni, karma memang tidak menyentuh. Tapi kekerasan yg dibagikan membuat bumi jadi menyentuh hati.

Pesannya utk sahabat dekat, boleh belajar Shiva. Akan lebih indah jika sebelumnya belajar Buddha. Semoga pesan ini tersisa lama di bumi.

Video courtesy: Fb account of Mt Everest base camp treks. Gunung Kailash di Tibet sebagai tempat bersemayam Shiva tertinggi di bumi
Shambala meditation center: bellofpeace.org, belkedamaian.org

bali #love #peace #meditation #healing #healingjourney

Tentang Penulis

Gede Prama

Guruji Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Detil dan kontak di https://www.gedeprama.com/

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.