Kesembuhan

Menyeimbangkan kuantitas dan kualitas hidup…

Ditulis oleh Gede Prama

Banyak orang kaya dan juga peneliti ternama di dunia yang sangat ambisius dalam memperpanjang umur manusia.  Ini adalah sesuatu yang sangat alami.  Terutama setelah kemajuan ekonomi dan teknologi dalam beberapa dekade terakhir. Sedikit yang menyelami lebih dalam, hidup bukan hanya soal kuantitas tapi juga kualitas.

Usia panjang tanpa kesehatan berarti penderitaan yang panjang. Usia yang berkepanjangan tanpa kehadiran orang-orang tercinta berarti kesepian yang berkepanjangan. Pertambahan usia secara kuantitas tanpa kualitas berarti menemui neraka di muka bumi ini. Untuk itu, mari kita renungkan bersama, bagaimana menyeimbangkan antara kuantitas hidup dan kualitas hidup. Pertama-tama, mari kita fokus pada peningkatan kuantitas kehidupan, kemudian kita imbangi dengan kualitas.

Sekadar informasi, temuan terbaru dalam penelitian umur panjang telah menyoroti beberapa bidang kemajuan utama, dengan fokus pada faktor genetik, molekuler, dan gaya hidup yang berkontribusi dalam memperpanjang umur sehat.

Pertama, mikrobioma usus. Komposisi mikrobioma usus secara signifikan berdampak pada penuaan dan umur panjang. Penelitian telah menunjukkan bahwa mikrobioma usus yang beragam dan seimbang dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, mengurangi peradangan, dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Probiotik dan intervensi pola makan yang bertujuan untuk mengoptimalkan mikrobiota usus sedang dieksplorasi sebagai strategi untuk meningkatkan umur panjang. Penjelasan lebih lanjut, sejak zaman Yunani kuno telah dibagikan, kesehatan usus menentukan 80% kesehatan fisik.

Kedua, intervensi gaya hidup: Aktivitas fisik teratur, pola makan seimbang yang kaya buah-buahan dan sayur-sayuran, dan tidur yang cukup selalu dikaitkan dengan hidup yang lebih lama dan lebih sehat.  Studi terbaru menekankan pentingnya menjaga massa dan kekuatan otot melalui pelatihan ketahanan, yang membantu mencegah sarcopenia (kehilangan otot) terkait usia dan mendukung kesehatan metabolisme. Salah satu profesor Harvard berbagi di youtube, tanpa olahraga yang cukup, otot akan melemah sekitar 3% setiap tahunnya.  Itu sebabnya banyak orang lanjut usia yang menjalani masa tuanya di kursi roda.

Keempat, hubungan sosial. Ikatan sosial yang kuat dengan keluarga, teman, dan komunitas memberikan dukungan emosional, mengurangi stres, dan meningkatkan perasaan memiliki.  Keterlibatan sosial dan interaksi yang bermakna sangat penting untuk kesehatan mental dan umur panjang. Penelitian terpanjang yang dilakukan oleh Universitas Harvard secara tegas menyimpulkan, faktor terpenting yang mempengaruhi umur panjang adalah kualitas hubungan kita dengan orang-orang terdekat.

Kelima, Pertumbuhan pribadi.  Pembelajaran berkelanjutan dan pengembangan diri melalui pendidikan, hobi, atau pengalaman baru menjaga pikiran tetap aktif dan terlibat.  Pertumbuhan pribadi berkontribusi pada rasa pencapaian dan kepuasan. Henry Ford pernah berkata, usia seseorang erat kaitannya dengan usia belajarnya.

Singkatnya, kehidupan yang sehat dan bahagia memiliki banyak aspek, yang melibatkan kesehatan fisik, kesejahteraan mental dan emosional, hubungan sosial yang kuat, tujuan, lingkungan yang positif, pertumbuhan pribadi, dan gaya hidup yang seimbang.  Elemen-elemen ini bersama-sama menciptakan pendekatan holistik untuk hidup sejahtera.

Seperti yang terus saya bagikan dari satu sesi meditasi ke sesi meditasi lainnya: “Kuncinya bukanlah menambah tahun dalam hidup Anda, tapi menambah kebahagiaan dalam tahun-tahun Anda”. Langkah-langkah meditasi praktisnya mudah, sederhana namun mendalam.  Dalam nafas: “Saya bahagia dengan hidup saya”.  Hembusan nafas : “Saya sedang berbagi kebahagiaan kepada dunia”.

Sumber foto: Pexels
Pusat meditasi Shambala: bellofpeace.org, belkedamaian.org
#bali #love #peace #meditation #healing #healingjourney #harmoni #gurujigedeprama #gurujigedepramaenglish

Tentang Penulis

Gede Prama

Guruji Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Detil dan kontak di https://www.gedeprama.com/

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.