Kesembuhan

Perjalanan Pribadi Guruji menuju Cahaya…

Ditulis oleh Gede Prama

“Bagaimana Anda memulai perjalanan Anda menuju Cahaya?”, itulah pertanyaan dari banyak murid-murid. Bagaimanapun, ini adalah perjalanan yang panjang dan rumit. Sejujurnya, ini dimulai semenjak Guruji masih kecil, saat itu Guruji tidak pernah takut dengan kegelapan. Kemudian, Guruji dapat mempelajari spiritualitas jauh lebih mudah daripada menghafal pelajaran sekolah. Hingga suatu hari tragedi kemanusiaan bom Bali yang terjadi pada tahun 2002 mengubah hidup Guruji sepenuhnya. Dari kehidupan material sampai ke kehidupan spiritual.

Untuk meninggalkan jejak spiritual di bumi ini, inilah jalan unik yang Guruji lalui semenjak kecil. Anda tidak perlu menirunya. Cukup gunakan ini sebagai perbandingan, ambil beberapa pelajaran, dan yang terpenting, tetap jadilah diri Anda sendiri. Lebih tepatnya, jadilah diri Anda yang unik dan autentik! Terutama karena, perjalanan menuju cahaya adalah perjalanan yang sangat pribadi. Hanya antara Anda dan diri Anda sendiri.

Kisahnya dimulai…

Untuk memulai cerita, perjalanan menuju Cahaya dapat menjadi metafora yang sering digunakan untuk menggambarkan perjalanan menuju pencerahan, sebuah pertumbuhan diri, dan penemuan jati diri di dalam. Ini juga bisa menjadi sebuah pertemuan pribadi dengan cahaya. Perjalanan ini dapat terjadi dalam berbagai bentuk, tergantung pada keyakinan, pengalaman, dan tujuan seseorang di dalam, tetapi umumnya melibatkan perpindahan dari keadaan ketidaktahuan atau kebingungan menuju kesadaran, pemahaman, dan pemenuhan yang lebih tinggi.

Konsep “Cahaya” dalam konteks ini melambangkan pengetahuan, kebenaran, dan kejelasan dr pemahaman diri. Ini adalah antitesis dari kegelapan, yang mewakili ketidaktahuan, ketakutan, dan penderitaan. Oleh karena itu, perjalanan menuju Cahaya adalah tentang melampaui keterbatasan keadaan seseorang saat ini dan mencapai tingkat keberadaan atau kesadaran yang lebih tinggi. Dalam kasus Guruji, perjalanan ini juga merupakan pertemuan pribadi dengan cahaya. Pada awalnya, Ia muncul di langit. Kemudian, Ia semakin dekat. Sampai suatu hari meditasi membuka Cahaya batin di dalam diri.

Tahapan perjalanan…

1. Bangun dari tidur yang panjang
Kebanyakan pencari Cahaya memulai dengan rasa ketidakpuasan atau kesadaran bahwa ada sesuatu yang hilang dalam hidup seseorang. Kebangkitan ini dapat dipicu oleh peristiwa penting, seperti kehilangan orang dekat, pengalaman mendalam, atau momen introspeksi mendalam. Ini adalah pengakuan bahwa ada lebih banyak hal dalam hidup daripada hal-hal yang material dan duniawi, yang mendorong pencarian makna yang lebih dalam. Dalam perjalanan unik Guruji, kesadaran akan Cahaya muncul di masa kanak-kanak. Sejak kecil Guruji tidak pernah takut akan kegelapan. Itu adalah tanda yang jelas bahwa Guruji dilahirkan dengan banyak benih Cahaya.

2. Mencari dan memperkaya
Setelah terbangun dari tidur panjang, tiap individu akan memulai pencarian tentang pengetahuan dan pemahaman. Tahap ini melibatkan penjelajahan berbagai filosofi, agama, dan praktik spiritual. Ini adalah periode pembelajaran dan pengayaan ilmu, di mana seseorang akan mencari guru, membaca buku, menghadiri seminar, dan terlibat dalam praktik seperti meditasi, doa, atau yoga. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan kebijaksanaan dan bekal kebajikan yang dapat membantu dalam perjalanan.

3. Dari kaya di dalam menuju transformasi
Saat Anda memperoleh pengetahuan dan pengalaman, proses transformasi batin dimulai. Kebiasaan, keyakinan, dan perilaku lama diperiksa dan sering kali dibuang demi cara hidup baru yang lebih tercerahkan. Tahap ini bisa jadi sangat menantang, karena melibatkan konfrontasi terhadap ketakutan, rasa tidak aman, dan pola yang sudah mengakar dalam diri seseorang. Tahap ini membutuhkan komitmen, ketekunan, dan kemauan yg besar untuk berubah.

4. Integrasi batin
Wawasan dan perubahan yang diperoleh selama tahap transformasi harus diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari seseorang. Tahap ini melibatkan penerapan pemahaman baru pada tiap hubungan ke orang-orang dekat, pekerjaan di kantor, dan perilaku pribadi sehari-hari. Tahap ini adalah tentang hidup selaras dengan nilai-nilai dan kebenaran yang lebih tinggi, membuat pilihan yang mencerminkan tujuan dan integritas yang lebih dalam. Segala masalah, rintangan, kesulitan, atau bahkan bencana kehidupan akan terjadi pada tahap ini. Di beberapa kasus, masalah yang datang jauh lebih tinggi daripada kapasitas Guruji untuk mengatasinya. Pada saat itu, ikhlas dan berserah diri adalah sahabat yang terbaik.

5. Pencerahan Pribadi
Jika seseorang diberkati secara spiritual, ia akan sampai pada tahap pencerahan, di mana individu tersebut mencapai tingkat kesadaran dan hubungan yang lebih tinggi dengan yang Ilahi atau diriNya yang lebih tinggi. Tingkat ini ditandai dengan perasaan damai di dalam, kegembiraan, dan rasa kebersatuan yang mendalam dengan semua mahluk, semua hal dalam kehidupan. Ini adalah realisasi sifat sejati seseorang dan pemenuhan tujuan akhir perjalanan.

Ancaman dan peluang…

Perjalanan menuju cahaya bukanlah perjalanan tanpa tantangan. Ini sering kali melibatkan menghadapi godaan iblis di dalam, menanggung masa-masa keraguan dan kebingungan, dan mengatasi segala rintangan diluar. Jalan ini terkadang bisa terasa sepi, karena mengharuskan kita melepaskan diri dari segala norma dan harapan masyarakat.

Kabar baiknya, kebahagiaan yang didapat tidak terukur. Mereka yang melakukan perjalanan ini sering kali menemukan rasa damai dan kepuasan yang mendalam. Mereka mengembangkan pemahaman yang lebih jelas tentang tujuan hidup mereka dan menumbuhkan sikap yang lebih welas asih dan penuh kasih terhadap diri mereka sendiri dan juga orang lain. Perjalanan menuju Cahaya membawa rasa kebebasan dari segala batasan ego dan hubungan dengan sesuatu yang lebih tinggi dari diri sendiri.

Kesimpulan singkat

Perjalanan menuju Cahaya adalah pencarian abadi dan universal yang melampaui batas budaya dan agama.  Ini adalah perjalanan menuju penemuan jati diri dan pertumbuhan spiritual yang mengarah pada kesadaran, pemahaman, dan pemenuhan dari diri sejati yang lebih besar.  Meskipun perjalanan ini sangat pribadi, pada akhirnya menghubungkan individu dengan kebenaran universal yang mengikat umat manusia bersama-sama.  Apakah seseorang menemukan Cahaya melalui keyakinan agama, praktik spiritual, atau introspeksi pribadi, perjalanan ini adalah bukti dari jiwa manusia yang abadi dan dorongan setiap orang menuju pencerahan dan realisasi diri.  Setelah mendengarkan kisah pribadi Guruji tentang pertemuan dengan Cahaya, roh tertentu di Ashram bertanya kepada saya: “Bagaimana Anda menyebut diri Anda setelah bertemu dengan Cahaya?”.  Tiba-tiba bagian tertentu dari diri Guruji menjawab: “Saya adalah keheningan yang ada di sini untuk melayani dengan cinta kasih”.  Telah dicatat dalam kisah mistikus, begitu seseorang bertemu dengan Cahaya, mereka mencintai keheningan.  Bukan keheningan biasa, tapi keheningan yang penuh dengan cinta kasih. 

Foto milik: Pexels
Pusat meditasi Shambala: bellofpeace.org, belkedamaian.org
#bali #cinta #perdamaian #meditasi #penyembuhan #perjalananpenyembuhan #harmoni #gurujigedeprama

Tentang Penulis

Gede Prama

Guruji Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Detil dan kontak di https://www.gedeprama.com/

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.