Kesembuhan

Kisah tentang jiwa-jiwa yang mekar indah..

Ditulis oleh Gede Prama

Sepanjang sejarah, ada catatan tentang jiwa-jiwa yang telah mekar dengan indah. Sejauh yang Guruji lihat dengan mata spiritual, generasi pertama manusia mencapai pencerahan di Sungai Nil, Mesir. Saat itu, dianggap tidak sopan menyebut diri mereka sebagai Avatar, Buddha, atau Nabi. Itulah sebabnya nama mereka tidak tercatat dengan jelas dalam sejarah. Berita baiknya, mereka mewarisi kitab suci yang disebut Weda (ilmu pengetahuan).

Burung putih di salju…

Karena beberapa alasan, para pengikut Weda pindah ke lembah Hindu di India. Itulah awal mula agama baru saat itu yang bernama Hindu. Sejak saat itu, banyak jiwa-jiwa yang telah mekar dengan indah menyebut diri mereka sebagai Avatara, Buddha, atau Nabi. Namun yang pasti, di sepanjang zaman ada jiwa-jiwa suci. Karena ada banyak kepalsuan di hampir semua bidang kehidupan, jiwa-jiwa suci sejati di zaman kita menghindari menyebut diri mereka sebagai yang tercerahkan. Beberapa dari mereka senang menjadi “burung putih di salju”. Mereka melayani umat manusia di tengah keramaian, tetapi sedikit yang menyadari bahwa mereka adalah jiwa-jiwa suci. Untuk memperkaya wawasan Anda tentang jiwa yang tercerahkan atau yang sedang bermekaran indah, berikut ini beberapa catatan spiritual yang patut di renungkan.

Keadaan kesadaran yang meningkat…

Orang yang tercerahkan adalah individu yang telah mencapai keadaan kesadaran, pemahaman, dan kedamaian batin yang meningkat, yang sering kali ditandai dengan wawasan spiritual atau filosofis yang mendalam. Pencerahan ini dapat dilihat dalam berbagai tradisi, termasuk Buddhisme, Hinduisme, Sufisme, dan konteks sekuler modern.

Dalam Buddhisme Hinayana, pencerahan, atau “nirwana,” adalah tujuan akhir, yang mewakili pembebasan dari siklus penderitaan dan kelahiran kembali (samsara). Dalam Buddhisme Mahayana ada kisah-kisah tentang Bodhisattwa (pejuang spiritual) yang bersumpah untuk terus bereinkarnasi hingga suatu hari alam penderitaan ini benar-benar kosong. Dalam Buddhisme Tantrayana, pengabdian kepada Guru yang masih hidup sangat penting. Jika kualitas pengabdian kepada Guru yang masih hidup sangat mendalam, seseorang dapat mencapai pencerahan dalam kehidupan ini. Meskipun mereka melakukan kesalahan besar. Kisah Yang Agung Milarepa di Tibet adalah salah satu contoh teladan yang indah dalam kasus ini. Individu yang tercerahkan dalam tradisi ini, berbagi kasih sayang, kebijaksanaan, dan batin yang seimbang, yang kemudian akan menjadi pemandu bagi orang lain di jalan menuju pencerahan spiritual.

Kisah pembebasan…

Agama Hindu bercerita tentang “moksha,” konsep pembebasan yang serupa, di mana jiwa (atman) menyadari kesatuannya dengan realitas tertinggi (Brahman). Orang bijak yang tercerahkan, atau “rishi,” dan guru seperti Ramana Maharshi, dihormati karena kesadaran diri mereka yang mendalam dan kemampuan mereka untuk memberikan pengetahuan spiritual kepada para pengikutnya.

Dalam Sufisme, cabang mistik Islam, pencerahan adalah tentang mengalami kehadiran ilahi dalam kehidupan sehari-hari. Mistikus sufi seperti Rumi dan Al-Ghazali berusaha untuk memurnikan hati dan mencapai persatuan pribadi langsung dengan Tuhan (Allah). Tulisan dan ajaran mereka sering kali menekankan pada cinta kasih, pengabdian, dan perjalanan jiwa menuju kebenaran Ilahi.

Pencerahan di zaman modern…

Penafsiran modern tentang pencerahan juga ada, yang sering kali berfokus pada dimensi psikologis dan eksistensial. Tokoh-tokoh seperti Eckhart Tolle dan Jiddu Krishnamurti menekankan hidup di masa kini, melampaui pola pikir egois, dan menyadari hakikat sejati seseorang di luar diri yang telah terkondisikan.

Individu yang tercerahkan dicirikan oleh kedamaian diri yang mendalam, kejernihan pikiran, dan tindakan keseharian yang penuh dengan kasih sayang. Mereka sering memancarkan kedamaian dan kehadiran mereka yang mampu memengaruhi dan menginspirasi orang lain. Ajaran dan kehidupan mereka berfungsi sebagai mercusuar, menerangi jalan menuju kesadaran diri, pemahaman, dan harmoni yang lebih besar. Singkatnya, orang yang tercerahkan adalah ia yang telah mewujudkan potensi tertingginya dalam kesadaran manusia, menawarkan visi kehidupan yang berakar pada kebijaksanaan yang mendalam dan cinta kasih tidak bersyarat.

Kabar baiknya, banyak peneliti energi menyimpulkan dengan sangat jelas. Vibrasi energi dari masalah seperti penyakit, konflik, dan kekerasan berada di bawah 100. Cinta kasih bervibrasi pada 550. Kasih sayang pada 750. Kedamaian adalah yang tertinggi yaitu di angka 1.000. Dengan kata lain, di zaman kita pencerahan dapat diukur secara ilmiah dengan menggunakan alat-alat teknologi canggih seperti EEG dan MRI.

Video ini dipersembahkan oleh Ram (Komang Gita Krishnamurti)
Pusat meditasi Shambala: bellofpeace.org, belkedamaian.org
#bali #cinta #perdamaian #meditasi #penyembuhan #perjalananpenyembuhan #harmoni #gurujigedeprama #gurujigedepramaenglish

Tentang Penulis

Gede Prama

Guruji Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Detil dan kontak di https://www.gedeprama.com/

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.