Kesembuhan

Langit menghormat, bumi terharu…

Ditulis oleh Gede Prama

Pagi ini ketika Guruji berbagi Cahaya LIVE dari Ashram, sejumlah keluarga dekat Compassion memotret awan berbentuk LOVE baik di Bali maupun Jakarta.

Di Bali, foto diambil oleh Sri Edy, Suryaning Putu dan Ni Made Sukerni, di Jakarta foto diambil oleh puteri semata wayang Guruji Satwika.

Tidak saja langit menghormat, bumi juga merunduk terharu. Sebagaimana foto terlampir, ada sabun meleleh membentuk LOVE di Utara Bali.

Sungguh sebuah berkah indah yg layak disyukuri. Utk membimbing sahabat pencari Cahaya, ini ringkasang presentasi LIVE Guruji pagi ini di Ashram.

Magnet kedamaian pulau Bali…

Jika globe dicermati, di balik pulau Bali ada Peru di Amerika Selatan. Di Peru ada buku suci tua yg berpesan: “Tidak ada kebetulan, hanya bimbingan”.

Setahun terakhir, dua kali pemimpin bumi rapat di Bali. Ini bukan kebetulan. Tapi sebuah pesan bimbingan: “Ada magnet kedamaian di Bali yg membuat pemimpin bumi rapat dua kali dalam waktu dekat di Bali”.

Pertemuan tingkat tinggi (KTT) terakhir bahkan membahas air. Ini cocok sekali dg inti local genius pulau Bali yakni Tirtha (air suci). Lagi-lagi, ini bukan kebetulan. Tapi sebuah bimbingan.

Berespond pada penampakan Cahaya…

Di zaman dulu, begitu tetua melihat Cahaya biasanya berespon dg ritual (upacara). Maklum, zaman dulu. Di zaman ini, kita memerlukan pendekatan lain.

Wajah Cahaya dari langit yg paling sering mendatangi Guruji di Bali adalah Cahaya yg memercik dalam bentuk Tirtha (air suci). Di Ashram muncul lebih dari sekali, di Brahma Vihara muncul berkali-kali.

Ketika ditanyakan ke Guru rahasia, Guruji diminta utk “memaknakan” pemunculan Cahaya. Makanya pagi ini dibagikan 3 topik: “Logika air, psikologi mengalir, kecerdasan mengalir”.

Logika air…

Apa pun pendidikan & agamanya, manusia akan menjadi “agen kekerasan” jika mengenakan logika batu (baca: orang pintar berjumpa orang pintar bertabrakan seperti batu).

Jika diberkahi alam Bali, pintu pemimpin dunia mau diketuk, utk menata ulang sistim pendidikan. Tidak lagi fokus pada logika batu.

Tapi fokus pada logika air (baca: orang bijaksana ketika bertemu menyatu. Mencari hal-hal yg serupa diantara kita). Agama, bahasa, tradisi boleh beda, tapi kita sama dalam satu hal: “Sama-sama mau bahagia”.

Itu persisnya yg dimaksud dg logika air. Sehingga generasi baru tidak dibentuk menjadi “agen kekerasan”, melainkan menjadi “agen kedamaian”.

Psikologi mengalir…

Psikologi mengalir yg diperkenalkan oleh Mihaly Csikszentmihalyi di tahun 1970-an bercerita jelas sekali. Jika tugas lebih tinggi dari kemampuan, bahaya seperti stres, depresi dan bunuh diri menunggu.

Bila tugas lebih rendah dari kemampuan, bahaya lain menunggu yakni hidup jadi datar, hambar dan bosan. Keadaan jiwa yg mengalir terjadi, jika Anda belajar seimbang antara tugas dan kemampuan.

Akibatnya, hidup tidak saja jauh dari stres, tapi juga dekat dg sukses. Lebih dalam lagi, karena emosi adalah energi yg terus mengalir, ketekunan utk mengalir membantu membuka pintu kesembuhan, kebahagiaan & kedamaian.

Kecerdasar mengalir…

Tatkala memutuskan, temannya bernama berpikir. Bentuknya bisa mengumpulkan data, menganalisa, cara pandang helikopter, sampai dg bertanya pada AI (artificial intelligence).

Tapi tidak ada jaminan, berpikir yg cerdas menghasilkan hasil yg cerdas. Tidak ada jaminan! Dg demikian, ketika menyangkut hasil, sahabat dekatnya bernama mengalir.

Perpaduan keduanya (berpikir dan mengalir), itu yg dimaksud kecerdasan mengalir. Sejenis kecerdasan yg paling dibutuhkan di zaman ini.

Cahaya harmoni Bali utk bumi…

Mengingat bumi yg panas oleh perang dan ini itu, penampakan Cahaya Bali dalam bentuk Tirtha (air suci) ini, jika diberkahi akan dibawa ke permukaan bumi.

Tentu saja atas pelayanan sahabat dekat Compassion, doa sahabat dan kerabat, serta berkah indah pulau Bali. Jika melihat respon langit dan bumi pagi ini (sebagaimana foto-foto terlampir), bukan tidak mungkin cita-cita ini akan kesampaian.

Semoga semua mahluk berbahagia. Loka samasta sukino bhawantu. Sabbe satta bhawantu sukitatta.

Foto dikirim oleh Sri Edy , Suryaning Putu , Luh Satwika Putri Lestari
Shambala meditation center: bellofpeace.org, belkedamaian.org

bali #love #peace #meditation #healing #healingjourney #harmoni

Tentang Penulis

Gede Prama

Guruji Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Detil dan kontak di https://www.gedeprama.com/

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.