Kesembuhan

Kehidupan spiritual yang mewah…

Ditulis oleh Gede Prama

“Menjalani hidup sederhana di dunia yang rumit adalah sebuah kemewahan”, itulah pesan yang Guruji dengar pagi ini di Ashram. Seperti yang kita semua tahu, kehidupan semakin rumit di mana-mana. Dari perang, konflik, bunuh diri, depresi, hingga racun di media sosial. Kabar baiknya, sebagian besar kerumitan berasal dari pikiran yang rumit. Terutama menjadi rumit karena perbandingan dan persaingan yang berlebihan. Itu mencuri banyak berlian kehidupan. Dari kesehatan, kebahagiaan hingga kedamaian.

Sebagai bahan perenungan, tidak adil untuk membandingkan antara matahari dan bulan. Keduanya memiliki keunikannya sendiri. Keduanya muncul pada waktu yang unik. Hal yang sama terjadi dalam kehidupan manusia. Tidak ada yang namanya manusia yang lebih buruk atau lebih baik. Seperti halnya bunga teratai dan bunga kamboja, setiap orang unik. Berfokuslah pada diri Anda yang unik dan otentik, itulah awal dari kehidupan yang sederhana dan mewah. Untuk membantu sesama pecinta kedamaian bertemu dengan matahari terbit di dalam diri, sekarang mari kita selami bersama, apa arti dari kemewahan spiritual.

Pengalaman jiwa yang mendalam…

Bagi jiwa yang mendalam, kemewahan dalam kehidupan spiritual dapat dipahami sebagai kekayaan pengalaman batin dan rasa kepuasan mendalam yang berasal dari hubungan spiritual yang mendalam. Itu adalah buah dari meditasi dan keheningan yang panjang. Dalam pengalaman pribadi Guruji, Guruji mencapai tahap pencapaian ini setelah menghabiskan 40 tahun bermeditasi. Dan diperkaya oleh banyak masalah, rintangan, dan bencana yang tak terhitung jumlahnya.

Dalam konteks ini, kemewahan melampaui alam fisik dan terwujud dalam kualitas praktik dan pengalaman spiritual seseorang. Ini adalah tentang kedamaian, kegembiraan, dan cahaya yang berlimpah yang dapat dibawa oleh pencarian spiritual. Terlibat dalam kegiatan seperti meditasi, doa, yoga, dan perhatian penuh dapat menciptakan rasa kaya di dalam di mana seseorang merasa sangat terhubung dengan diri sendiri, orang lain, dan seluruh alam semesta.

Menemukan kembali rumah sejati…

Kemewahan spiritual juga dapat dilihat dalam kebebasan menjadi diri sendiri. Sesederhana ikan menikmati air, pantai menikmati ombak, lebah menikmati bunga.  Di dunia yang serba cepat saat ini, memiliki kemampuan untuk menyepi dan menyendiri dapat dianggap sebagai kemewahan. Ruang ini memungkinkan untuk introspeksi, menemukan jati diri, dan pemahaman yang lebih dalam tentang misteri kehidupan.

Mirip dengan kupu-kupu yang menemukan taman bunga, lumba-lumba yang menemukan kembali lautan yang luas, atau elang yang bertemu langit biru, jiwa-jiwa bebas yang menemukan rumah sejatinya. Sementara jiwa-jiwa yang menderita terus berpikir bahwa rumah sejatinya ada di masa lalu atau di masa yang akan datang, jiwa-jiwa bebas tinggal dengan sempurna di masa kini. Dalam bahasa para yogi: “Perlakukan momen ini sebagai hadiah, itulah mengapa ia disebut Present (saat ini) “. Akibatnya, waktu mengalir dengan sempurna. Mengalir seperti air di sungai.

Langkah-langkah praktis yang dapat diikuti…

1. Karena perbandingan dan persaingan yang berlebihan mencuri kesehatan, kebahagiaan, dan kedamaian, belajarlah untuk menjaga jarak yang sehat. Tumbuh dari perbandingan di luar menjadi rasa syukur di dalam. Dari kerumunan yang beracun menjadi kesendirian yang sehat.

2. Sebagai informasi, harta kehidupan yang sebenarnya tersembunyi di masa kini.  Saran Guruji, lakukan yang terbaik dan terima hasilnya dengan sebaik-baiknya.

3. Jangan biarkan kerumitan di luar melahirkan kerumitan di dalam. Sebaliknya, gunakan ia untuk memperkaya kesederhanaan di dalam. Ingatlah, menjalani hidup sederhana di dunia yang rumit adalah kemewahan.

4. Seperti yang dialami oleh jiwa-jiwa yang dalam dan damai, cara Anda memperlakukan momen saat ini menentukan apakah Anda akan bahagia atau sedih. Karena itu, perlakukanlah momen ini sebagai hadiah. Itulah mengapa ia disebut “Present” saat ini.

5. Di atas segalanya, rumah sejati bukanlah di masa lalu atau masa depan. Ia terdapat di masa kini yang abadi. Tersenyumlah jiwa-jiwa yang indah, Anda memperindah bumi dengan menjadi diri Anda sendiri apa adanya.

Foto milik: Akun Fb Us&Art

Pusat meditasi Shambala: bellofpeace.org, belkedamaian.org
#bali #cinta #perdamaian #meditasi #penyembuhan #perjalananpenyembuhan #harmoni #gurujigedeprama

Tentang Penulis

Gede Prama

Guruji Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Detil dan kontak di https://www.gedeprama.com/

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.