Kesembuhan

Menyembuhkan masa lalu yang kelabu…

Ditulis oleh Gede Prama

“Kupu-kupu tidak akan malu melihat ulat, sama seperti Anda yang tidak seharusnya malu melihat masa lalu Anda. Masa lalu adalah bagian dari transformasi diri Anda sendiri”, itulah pesan yang Guruji baca dengan jelas pagi ini di Ashram. Secara jujur, perbedaan antara kehidupan yang gelap dan yang cerah adalah bagaimana seseorang memandang dan mengubah masa lalu. Hidup akan menjadi gelap jika orang-orang fokus pada rasa sakit dan hukuman dari masa lalu. Kabar baiknya, hidup bisa menjadi cerah, jika Anda belajar memaafkan, mengambil pelajaran dari masa lalu, dan membiarkan diri Anda terangkat oleh pelajaran-pelajaran tersebut. Memaafkan adalah bagian pertama dan terpenting. Cara membuka gerbang memaafkan, lihatlah dalam-dalam pada penderitaan orang-orang yang telah membuat Anda menderita.

Dalam penjelasan metaforis, jika Tuhan diposisikan sebagai pelukis, memaafkan adalah hal yang pertama yang diperlukan. Tanpa penghapus, semua lukisan tidak akan indah. Begitu pula, tanpa ketulusan untuk memaafkan, lukisan kehidupan Anda tidak akan menjadi indah. Dari memaafkan, ambillah setiap pelajaran yang ada di dalamnya. Setidaknya, pelajaran untuk menjadi lebih dewasa. Pelajaran untuk tidak membuat kesalahan yang sama di masa yang akan datang.  Puncak dari perjalanan ini, masa lalu yang kelam dapat membuat Anda bijak di usia tua. Anda akan penuh pengertian kepada cucu-cucu dan generasi muda yang Anda temui. Dari bunga terakhir pemahaman muncullah rasa cinta kasih dan belas kasih. Singkatnya, masa lalu yang kelabu tidak membuat hidup menjadi gelap. Masa lalu yang kelabu membantu Anda bertemu dengan Cahaya. Untuk membantu sesama pencari cahaya menyelam lebih dalam, sekarang mari kita bermeditasi bersama.

Ini adalah perjalanan spiritual yang mendalam…

Membawa energi penyembuhan ke masa lalu yang kelabu adalah perjalanan yang mendalam, yang sering ditandai dengan rasa sakit, refleksi diri, dan akhirnya, transformasi. Diperlukan kemauan yang keras untuk menghadapi dan memahami trauma dan kesulitan yang telah membentuk pengalaman seseorang. Langkah pertama dalam proses ini adalah penerimaan terhadap setiap rasa sakit. Penolakan dapat membuat penderitaan menjadi semakin panjang, sementara penerimaan membuka pintu menuju kesembuhan. Penerimaan ini tidak berarti berkutat pada masa lalu tetapi lebih kepada menerima dampaknya dan bagaimana hal itu dapat memengaruhi keadaan seseorang saat ini.

Izinkan Guruji mengulang pesan penting ini: “Penolakan membuat penderitaan menjadi lebih panjang. Penerimaan membawa banyak obat kesembuhan”. Louise Hay dalam mahakaryanya “You can heal your life” sangat jelas dalam kasus ini: “Di balik semua penderitaan selalu ada penolakan diri”. Dengan kata lain, ucapkan selamat tinggal pada penolakan-penolakan masa lalu. Jadilah teman baik dari penerimaan diri. Jangan pernah lupa, masa lalu yang kelam bukan hadir untuk membawa kegelapan, tetapi ia hadir untuk memudahkan Anda membuka gerbang Cahaya.

Dari menjadi korban, sembuh hingga menjadi yang berhasil…

Memaafkan, baik terhadap diri sendiri maupun kepada orang lain, memainkan peran penting dalam kesembuhan diri. Ini bukan tentang memaafkan tindakan yang menyebabkan kerugian, tetapi melepaskan cengkeramannya pada emosi dan kondisi mental seseorang. Memaafkan memungkinkan individu untuk mendapatkan kembali kekuatan mereka dan bergerak maju tanpa beban kebencian. Dalam bahasa Nelson Mandela, tanpa memaafkan Anda akan membawa penjara portabel ke mana pun Anda pergi. Ketika Anda memaafkan diri sendiri dan orang lain, Anda sedang membuka gerbang kebebasan.

Selain itu, mengembangkan narasi baru tentang masa lalu juga penting.  Alih-alih melihat diri sendiri sebagai korban, seseorang dapat mengadopsi perspektif seorang yang telah sembuh atau orang yang berhasil melewatinya, seseorang yang telah bertahan dan berhasil tumbuh lebih kuat. Perubahan pola pikir ini dapat memberdayakan dan transformatif. Ini adalah salah satu hadiah indah yang dapat Anda berikan untuk perjalanan jiwa Anda.

Singkatnya, menyembuhkan masa lalu yang kelabu lebih mungkin terjadi, jika seseorang tidak mau menghapusnya. Tapi dengan melihatnya sebagai bagian dari ke-u-Tuhan yg sama. Ingat, siang jadi indah karena ada malam.

Foto milik: Akun Fb The Perfect Pictures
Pusat meditasi Shambala: bellofpeace.org, belkedamaian.org
#bali #cinta #perdamaian #meditasi #penyembuhan #perjalananpenyembuhan #harmoni #gurujigedeprama

Tentang Penulis

Gede Prama

Guruji Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Detil dan kontak di https://www.gedeprama.com/

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.